JAKARTA - Percepatan musyawarah nasional (Munas) Partai Golkar tinggal menunggu waktu. Mayoritas DPD II sepakat munas yang jadwal semula Oktober-Desember 2009 dipercepat Agustus 2009 atau sebelum Pemilu Presiden (Pilpres) putaran kedua.
Tim sukses aliansi Triple A (Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, dan Agung Laksono), Samsul Hidayat mengatakan usulan percepatan munas tersebut tidak ada kaitannya dengan dukungan pada Pilpres. Menurut dia, percepatan tersebut semata-mata untuk penyegaran Golkar setelah kalah pada pemilu legislatif kemarin.
"Kekalahan ini tidak bisa dibiarkan harus ada upaya maksimal, salah satunya melakukan penyegaran organisasi secepatnya," kata Samsul di Jakarta.
Menurut dia, aliansi triple A akan kembali menggelar pertemuan di kediaman Akbar Tandjung, Selasa 9 Juni mendatang. Dalam pertemuan tersebut akan mengundang perwakilan DPD II dari beberapa provinsi. Pihaknya optimistis, aliansi Triple A bakal sukses karena dukungan dari DPD II semakin besar.
"Mayoritas DPD II mendukung kita. Memang, kita tidak mengumpulkan 350 DPD II, tapi cukup simpul-simpulnya ini baru pemanasan" tandasnya.
Ketua DPP Partai Golkar Yorris Raweyai menyatakan, secara konstitusi Munas Golkar harus dilaksanakan pada tahun 2009. Menurut dia, tidak ada ketentuan kalau munas harus diakhir tahun. "Ya rentang waktunya selama tahun 2009," ujarnya.
Anggota Komisi I ini menambahkan, dukungan kepada Aburizal terus meningkat. Dari hitungan sementara ada sekitar 27 DPD I dan 315 DPD II yang memberikan dukungan kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat tersebut. Nah, berdasarkan jumlah itu, maka Aburizal sudah mendapat dukungan sekitar 70 persen.
Ditanya mengenai isi pertemuan di kediaman Agung Laksono, Sabtu 6 Juni lalu, Yorris mengaku hanya sebatas konsolidasi partai menghadapi Pilpres. Menurut dia, Golkar sudah solid mendukung pasangan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win).
Yorris membenarkan kalau dalam pertemuan tersebut sempat dibahas rencana munas. Salah satunya memberikan kesempatan kepada Aburizal untuk menyampaikan visi dan misi dalam membangun Golkar. "Manuver politik itu biasa. Kalau seseorang mau maju sebagai pimpinan partai, ya harus kita dengar visi dan misinya," ungkap Yorris.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono meminta seluruh kader mematuhi putusan DPP dan Rapimnassus Partai Golkar untuk mendukung pasangan JK-Wiranti.
Meskipun demikian, pihaknya tidak bisa berbuat banyak jika ada kader yang membangkang. Sebab, rapat pleno DPP Partai Golkar sudah memberikan kebebasan kepada seluruh kader. "Partai tak semena-mena memecat. Tapi sebaiknya keputusan DPP dipatuhi," tandas Ketua DPR ini.
Disinggung isi pertemuan di kediamannya, Agung berdalih hanya komunikasi informal. Pihaknya juga membenarkan ada sejumlah DPD II yang meminta Aburizal maju dalam munas mendatang.
"Pertemuan bersifat informal, silaturahmi. DPD Golkar mulai menyebut nama Ical sebagai kandidat ketua umum. Aspirasinya seperti itu, apabila memang pada saatnya Munas sudah tiba," pungkasnya.
(Ahmad Baidowi/Koran SI/kem)