JAKARTA - Setelah dibebaskan oleh Den 88 Polri dalam sebuah penyergapan Rabu 6 Juni lalu, Bandara Perintis Kapeso dalam situasi yang kondusif. Begitupula masyarakat di Kampung Kapeso di Kecamatan Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya, kini sudah bisa beraktifitas kembali.
Hingga kini pimpinan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Deki Imbiri yang terlibat baku tembak dengan Den 88 hingga kini masih melarikan diri, dan tidak diketahui rimbanya. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira, Deki merupakan mantan anggota Yon 751 TNI berpangkat Pratu.
"Dia bukan anggota TNI aktif atau desersi," ujar Abubakar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (8/6/2009).
Sementara dua korban tewas dalam baku tembak tersebut, Abubakar memastikan keduanya merupakan anggota OPM. Kemudian satu orang sipil lainnya yang dikabarkan menjadi korban, juga tidak diketahui rimbanya.
Karena saat baku tembak terjadi, orang sipil ini melarikan diri ke perkampungan. Namun diketahui warga sipil ini merupakan seorang mantri kesehatan yang menjadi penghubung antara OPM dengan Bupati Mamberamo Raya.
Korban lainnya, empat orang anggota Polri juga mendapatkan luka-luka. Tapi bukan dikarenakan luka tembak, melainkan akibat anak-anak panah yang menyerangnya. Keempatnya kini dalam perawatan.
Abubakar menyebutkan dari hasil operasi penyergapan tersebut, Den 88 menemukan berbagai jenis senjata tajam, berupa parang, panah, tombak, dan senjata api rakitan.
(Helmi Syarif/Koran SI/hri)