getting time...

NEWS » News

Bebas dari OPM, Bandara Kapeso Kondusif

Senin, 8 Juni 2009 16:59 wib

JAKARTA - Setelah dibebaskan oleh Den 88 Polri dalam sebuah penyergapan Rabu 6 Juni lalu, Bandara Perintis Kapeso dalam situasi yang kondusif. Begitupula masyarakat di Kampung Kapeso di Kecamatan Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya, kini sudah bisa beraktifitas kembali.

Hingga kini pimpinan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Deki Imbiri yang terlibat baku tembak dengan Den 88 hingga kini masih melarikan diri, dan tidak diketahui rimbanya. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira, Deki merupakan mantan anggota Yon 751 TNI berpangkat Pratu.

"Dia bukan anggota TNI aktif atau desersi," ujar Abubakar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (8/6/2009).

Sementara dua korban tewas dalam baku tembak tersebut, Abubakar memastikan keduanya merupakan anggota OPM. Kemudian satu orang sipil lainnya yang dikabarkan menjadi korban, juga tidak diketahui rimbanya.

Karena saat baku tembak terjadi, orang sipil ini melarikan diri ke perkampungan. Namun diketahui warga sipil ini merupakan seorang mantri kesehatan yang menjadi penghubung antara OPM dengan Bupati Mamberamo Raya.

Korban lainnya, empat orang anggota Polri juga mendapatkan luka-luka. Tapi bukan dikarenakan luka tembak, melainkan akibat anak-anak panah yang menyerangnya. Keempatnya kini dalam perawatan.

Abubakar menyebutkan dari hasil operasi penyergapan tersebut, Den 88 menemukan berbagai jenis senjata tajam, berupa parang, panah, tombak, dan senjata api rakitan.
(Helmi Syarif/Koran SI/hri)

  • Darmansyah » 0 Tanggapan
    Sungguh sangat memprihatinkan keadaan jalan Mandala dan Jalan Denai Medan. Rasanya seperti tidak ada pemerintah kota Medan. Jalan tersebut diatas sudah sangat parah keadaannya dalam 6 bulan terakhir. Mohon walikota jangan duduk di kantor saja, tapi kelilingi kota Medan paling tidak sekali sebulan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Hadi » 0 Tanggapan
    Seharusnya pemerintah RI harus tegas bertindak/memberantas pemberontak, jgn pilih kasih, saya lihat terhadap OPM sangat lemah, mungkin takut kepd negara barat, krn OPM beragama kristen.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • tunggal saragih, sh » 0 Tanggapan
    Presiden SBY setelah beberapa kali dikirimi surat oleh Penasehat Hukum Ahliwaris Abdulgani dengan permintaan, memerintahkan Ketua Mahkamah Agung menyerahkan Barang Bukti (BB) surat kuasa berperkara yang diduga keras adalah palsu kepada Kapolres Serang sesuai Surat Kapolda Banten Brigjen Rumiah, SPd. Kalau tidak SBY dapat diduga tidak peduli dengan keadilan bagi rakyat yang menderita. Karena Hakim PK Mahkamah Agung tanggal 12 Mei 2004 yang diketuai oleh Bagir Manan, dan anggota Abdul Kadir Mappong dan Abdul Rahman Saleh memenangkan Pemohon PK yang diduga menggunakan Surat Kuasa Berperkara Palsu yang diduga memalsukan tanda tangan 11 (sebelas) orang ahli waris Abdulgani dari Desa Pulo Kencana, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Propinsi Banten. Surat sudah pernah diantar langsung ke Cikeas, tapi SBY tidak peduli akan keadilan rakyat kecil.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.