JAKARTA - Walau cinderamata untuk anggota DPR berupa cincin dianggap sebagai reward selama bertugas di Senayan dalam lima tahun terakhir tidak perlu dihapus, namun ada juga anggota DPR yang mengaku belum tahu adanya rencana ini.
Ketua DPP Partai Demokrat Max Sopacua mengatakan, reward untuk anggota DPR berupa cincin adalah sebagai kenang-kenangan yang indah. "Dan kenang-kenangan itu sebagai reward kerja selama di DPR," ujarnya saat ditemui okezone di sela-sela rapat Komisi IX DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (8/6/2009).
Kendati demikian, Max mengimbau agar nilai reward jangan menghabiskan dana hingga Rp5 miliar. "Tapi, kalau sampai menghabiskan dana Rp5 miliar, itu untuk apa?" imbuhnya.
Max menambahkan, masalah cincin tidak perlu dihapus namun dipikirkan kembali. "Pikirkan lagi saja, tapi dibuat yang jauh lebih ringan," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IX Umar Wahid mengaku tidak tahu adanya rencana pemberian reward bagi anggota DPR.
"Saya belum tahu tentang itu," ujarnya singkat kepada okezone.
Saat dicecar hal yang sama, Umar kembali menegaskan bahwa dirinya belum mendapat kabar tentang pemberian itu. "Saya tidak tahu kasus itu. Saya belum dapat kabar pemberian tentang itu," pungkasnya.
(nov)