getting time...

NEWS » News

Bubble Lumpur Berhenti, BPLS Undang Ahli Geologi

Senin, 8 Juni 2009 23:16 wib

SIDOARJO - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), akan mengundang Ahli Geologi untuk meneliti fenomena matinya puluhan semburan gas (bubble) di sekitar pusat semburan.

Kepala Divisi Gas BPLS, Dodie Irmawan mengatakan, selama ini fenomena yang terjadi bubble kadang berhenti dan kadang menyembur lagi. Namun, berhentinya bubble dalam jumlah cukup banyak mencapai 50 bubble itu baru terjadi kali ini.

"Untuk meneliti lebih lanjut kita mengundang ahli geologi," tandasnya kepada wartawan, Senin (8/6/2009).

Sedangkan dugaan kalau semburan lumpur panas mengecil. Itu terlihat dari asap yang keluar dari pusat semburan semakin mengecil. Indikasi lain yang memperkuat perkiraan kalau semburan lumpur panas di sekitar lokasi Sumur Banjar Panji 1 (BJP1), Desa Renokenongo, Kecamatan Porong itu mengecil adalah berhentinya puluhan bubble.

Sejauh ini bubble yang bermunculan di sekitar pusat semburan sampai radius 1,5 km sebanyak 127 bubble. Dalam sepekan, ada sekitar 50 bubble yang berhenti menyembur. Hal ini diperkirakan pengaruh turunnya tekanan di bawah tanah. Kemungkinan juga ada penurunan volume semburan lumpur di pusat semburan.

Sejauh ini Divisi Gas BPLS terus memantau kemungkinan ada bubble yang berhenti menyembur selain 50 bubble itu. Sebab, di kawasan sekitar semburan banyak bermunculan gelembung-gelembung yang menyembur gas.

Kepala Humas BPLS, Ahmad Zulkarnain mengatakan indikasi menurunnya semburan gas dan Lumpur bisa dirasakan disekitar pusat semburan. Di mana, gas yang selama ini baunya menyngat dalam sepekan ini mulai berkurang.

"Udara di sekitar kawasan semburan lebih segar dibandingkan beberapa waktu lalu," tandasnya.

Namun, BPLS belum bisa memastikan apakah semburan lumpur panas yang selama ini keluar antara 75 ribu sampai 100 ribu meter kubik per hari juga ada penurunan. Fenomena yang terjadi selama ini, bubble yang bermunculan sifatnya fluktuatif, yang kadang menyembur dan kadang mati dengan sendirinya.

Bahkan, dua pekan lalu, bubble yang selama ini berhenti mengeluarkan gas, kembali menyemburkan gas mudah terbakar.

Seperti diketahui, dalam sepakan ini bubble yang bertebaran dengan radius 1 sampai 1,5 km dari pusat semburan banyak yang mati. Seperti bubble yang cukup besar berada di areal pabrik Lion, Siring Barat. Bubble di areal Lion merupakan semburan lumpur kedua terbesar setelah pusat semburan dan kini sudah mati.

Zulkarnain mengatakan seandainya pipa pengukur Lumpur didekat pusat semburan masih berfungsi tentunya diketahui berapa volume Lumpur yang keluar saat ini.

"Pipa pengukur Lumpur tenggelam setelah tanggul cincin yang mengelilingi pusat semburan tenggelam, Maret lalu," imbuhnya.
(Abdul Rouf/Koran SI/ful)