getting time...

NEWS » News

Terkorup, DPR Tak Pantas Terima Cincin Emas

Selasa, 9 Juni 2009 15:16 wib

YOGYAKARTA - Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, menolak secara tegas pemberian cinderamata berupa cincin emas senilai Rp5 milyar kepada anggota DPR periode 2004-2009 yang akan segera mengakhiri masa jabatannya 30 September 2009 mendatang.

"Global Corruption Report menyatakan, DPR merupakan lembaga terkurup. Mereka tak pantas mendapatkan cinderamata dari uang rakyat," tegas Direktur Pukat UGM Zainal Arifin Mochtar, Selasa (9/6/2009).

DPR periode 2004-2009 dinilai tidak punya prestasi yang dapat dibanggakan. Seharusnya, kata Zainal, mereka keluar dari gedung DPR dengan tertunduk malu bukannya membusungkan dada dengan menunjukkan cincin emas yang melingkar di jari.

"Kinerja DPR hanya membuat UU pemekaran daerah yang menimbulkan indikasi korupsi mencapai 2.000 perkara. Sedangkan UU yang penting seperti UU Tipikor, Mahkamah Agung dan UU Komisi Judisial tak kunjung ada hasilnya," tandasnya.

Lebih lanjut Zaenal menyatakan, jika anggota DPR masih nekat ingin mendapatkan cinderamata, maka barang yang layak adalah cincin yang yang terbuat dari kayu bukan dari emas yang bertaburkan mutiara.

"Mereka itu kan gajinya sudah tinggi. Saya mendapat informasi para anggota DPR dapat membawa uang diatas Rp 100 juta setiap bulan. Mengapa mereka harus mengadakan cinderamata cincin dari emas?" pungkasnya.
(Daru Waskita/Trijaya/teb)

  • awan_menewan » 0 Tanggapan
    saya salut dengan fraksi pks yang menolak pemberian cincin emas,emangnya mau tunangan? pemberian cincin emas itu idenya siapa sih?pasti para koruptor yang belum puas dengan hasil korupsinya..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kaka mania » 0 Tanggapan
    @ musan : yakin lo dibawah 50 juta??? emang potongan partai n fraksi berapa sih??? paling g nyampe' 10 juta.... kalopun sampe' 10 juta, emang 35 juta g cukup buat makan satu bulan???? ato makannya 100 kali setiap hari??? ingat dunk rakyat kecil!!!!, yang makannya satu kali ja kadang susah!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ARTAN » 0 Tanggapan
    hebat ya anggota DPR .mau selesai tugasnya aja masih sempat-sempatnya ngambil uang rakyat.cincinnya utk apa?byk org masih kelaparan.uang segitu hanya utk cincin,hebat!! terus gimana nasibnya RUU tipikor?hanya mimpi kalau Rakyat merampungkan RUU tipikor. DPR ga mungkin mau menyelesaikan.takut jadi boomerang buat DPR.lembaga terkorup mana mau bikin RUU tipikor.mimpi kali.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mukhtar » 0 Tanggapan
    dpr itu hanya memperkaya diri lupa masyarakat
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Tunggal Saragih » 0 Tanggapan
    Saya mantan unsur Pimpinan Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) tahun 70 an melihat dulu mahasiswa dan lembaga Perguruan Tinggi bisa menyuarakan dan mengkritisi penyelebnggara negara dengan tajam. Setelah Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) apakah mahasiswa sekarang sudah menjadi mati rasa. Koran Sinar Pagi Baru edisi Jakarta bisa menjadi terompet mahasiswa di e-mail : sinarpagibaru&yahoo.com Kalau mah jadi calon penulis atau wartawan juga bisa dibantu.Mahasiswa jangan jadi penonton yang setia saja. Kapan bangsa Indonesia akan berubah?
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.