TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengaku belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai rencana pembangunan jalan tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 kilometer.
Pemkot Tangerang beralasan, sampai saat ini tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) belum terbentuk.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Tangerang Selatan, Eddy Adolf Nicholas Malonda mengatakan, sejauh ini masih menunggu surat keputusan dari Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pkerja Umum soal P2T tersebut.
"Kami belum lakukan sosialisasi karena belum dibentuk P2T," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (9/6/2009).
Eddy kembali mengatakan P2T tersebut nantinya akan bertugas untuk melakukan pendataan berapa banyak lahan milik warga dan pengembang di Kota Tangerang Selatan, yang terkena pembangunan tol itu untuk selanjutnya dilakukan ganti rugi yang sesuai.
"Sejauh ini lahan yang terkena banyak adalah lahan kosong milik pengembang. Dan diusahakan pembentukan akan dilakukan pada dua bulan ini," ucapnya lagi.
Tim dari P2T itu, lanjut Eddy, terdiri dari camat, lurah, dinas PU, Dinas pertanian serta beberapa instansi terkait lainnya.
Seperti diketahui pembangunan tol Kunciran-Serpong itu nantinya akan banyak melintasi wilayah Kota Tangerang Selatan.
Ruas tol yang melintas Tangerang Selatan nantinya akan melewati Kunciran-Junction Serpong dan juga melintasi Alam Sutra, bersimpangsusun di Parigi. Pintu keluar akan berada di Regency Melati Mas dan sebelah timur akan keluar di Bintaro Graha Raya.
(lsi)