JAKARTA - Rencana pemberian cinderamata untuk anggota DPR purna tugas, ternyata menuai pro kontra di kalangan legislator. Anggota Komisi I DPR Ali Muchtar Ngabalin mengusulkan, agar anggaran untuk cincin emas 24 karat seberat 10 gram itu diberikan kepada janda prajurit korban pesawat Hercules.
"Kalau saya di Komisi I, lebih baik diberikan kepada keluarga korban pesawat Hercules. Kan banyak istrinya perwira yang ditinggalkan suaminya," ujarnya di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2009).
Ngabalin mengaku, tidak tahu gagasan pemberian cinderamata untuk anggota DPR yang purna tugas itu.
"Sebaiknya tidak usahlah ada kenang-kenangan. Sudah terlalu banyak yang didapat anggota DPR. Yang penting adalah sejumlah pembahasan undang-undang yang belum terselesaikan. Itu yang harus menjadi kenang-kenangan," jelasnya.
Ditanya apakah ada gerakan untuk mengembalikan alokasi tersebut, kalau memang ada desakan untuk menerima usulan pemberian cincin itu, Ngabalin mengaku belum mengetahui hal tersebut.
"Belum tahu. Besok ada pertemuan, nanti saya juga akan nanya ke masing-masing ketua Fraksi. Lebih baik dikumpulkan kembali uangnya lalu disumbangkan ke masyarakat," pungkasnya.
(ded)