getting time...

NEWS » News

Triple A Makin Agresif Bermanuver Hadapi Munas

Rabu, 10 Juni 2009 05:01 wib

JAKARTA - Manuver politik aliansi Triple A (Akbar Tandjung, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono) untuk bertarung dalam Musyawarah Nasional (munas) Partai Golkar semakin agresif.

Mereka kembali menggalang pertemuan dengan sejumlah pimpinan DPD II Partai Golkar di kediaman Akbar Tandjung Jalan Purnawarman, Senin (08/06) malam lalu. Isi pertemuan tersebut untuk mematangkan usulan percepatan munas pada Agustus mendatang.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono membenarkan adanya pertemuan tersebut. Namun, Agung membantah kalau isi pertemuan adalah untuk mematangkan usulan percepatan munas. Menurut Ketua DPR ini, pertemuan tersebut hanya sebatas komunikasi biasa antar sesama kader Golkar.

"Hanya silaturahmi biasa, tak ada hal krusial yang dibahas," kata Agung kepada wartawan di Gedung DPR, Selasa (9/6/2009).

Dia juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak untuk menggembosi pasangan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win). Agung beralasan, dukungan Golkar kepada JK-Win sudah solid dan melalui prosedur yang sah yakni, ditetapkan dalam rapat pimpinan nasional khusus (Rapimnassus).

Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Banda Aceh, Muntasir Hamid mengaku, pertemuan tersebut untuk mematangkan pemenangan Aburizal dalam munas mendatang. Menurut dia, pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari konsolidasi DPD II sebelum pemilu legislatif. Saat itu, DPD II sepakat membentuk tim penyelematan partai.

"Golkar ini sudah gagal dan babak belur pada pemilu lalu. Kami tidak mau membiarkan masalah ini berlarut-larut, Golkar harus bangkit," kata Muntasir kepada Seputar Indonesia. 

Ketua DPRD Kota Banda Aceh ini juga mengakui telah didekati oleh Surya Paloh yang bakal menjadi pesaing Aburizal. Menurut dia, Surya Paloh akan mengumpulkan DPD II dengan dibungkus acara Silaturahmi Nasional Dewan Penasehat untuk pemenangan JK-Win. Namun, pihaknya menyatakan tidak tertarik dengan acara tersebut.

"Kami di Banda Aceh tidak mau bergabung dengan gerbong mereka. Saya tidak akan menghadiri undangan tersebut," ucapnya.

Seperti diberitakan, menjelang Munas Golkar, baik Aburizal maupun Surya Paloh terus melakukan manuver politik. Surya Paloh menggandeng Jusuf Kalla dan Siswono Yudhohusodo. Rencananya, Jusuf Kalla akan ditempatkan sebagai Ketua Dewan Penasihat sedangkan Siswono akan diberi posisi Wakil Ketua Umum. 

Tak hanya itu, Siswono juga dipersiapkan menempati salah satu kursi pimpinan DPR. Tak mau kalah, Aburizal juga melakukan manuver politik dengan menggandeng sejumlah tokoh yakni mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung dan Agung Laksono. Selain itu ada nama Firman Subagyo, Priyo Budi Santoso dan Agus Gumiwang Kartasamita. Rencananya, Akbar akan ditempatkan di posisi Ketua Dewan Penasehat, dan Agung di posisi Wakil Ketua Umum seperti sekarang ini. Kemungkinan juga Agung diplot kembali menduduki kursi pimpinan DPR. Kelompok Akbar, Aburizal dan Agung ini menamakan diri aliansi triple A.

Ketua DPD II Partai Golkar Purwakarta Dedi Mulyadi mengakui, aliansi Triple A terus mencari dukungan ke sejumlah daerah. Menurut dia, peluang aliansi ini Triple A untuk menang di Munas mendatang cukup besar.

?Konsolidasi terus dilakukan oleh Aburizal. Saya kira bang Surya Paloh juga bergerilya mencari dukungan,? ujarnya.
(Ahmad Baidowi/Koran SI/fit)

  • rachmat » 0 Tanggapan
    gerakan yg dilakukan oleh kader PG;Aburizal Bakri, Agung Laksono dan Akbar Tanjung untuk melaksanakan Munaslub PG,merupakan "keserakahan" politik. Sebagai Kader PG senior yang sudah pada "lansia" harusnya memberikan contoh yang baik pada Kader2 PG. masa sdh tua masih berambisi jadi Ketua Umum Partai, sementara Partai2 lain sdh dipimpin oleh yang relatif muda.Masih banyak tokoh2 PG yang layak dan pantas memimpin PG kedepan. Pimpinan Daerah PG Prov/Kab/kota, juga jangan hanya memilih Pimpiman PG karena melihat "duit" nya saja. Jika melihat duitnya,...pasti ICAL yang dipilih ya ? memang sudah sama rusaknya.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.