Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PLN Tunda Kenaikan Tarif

Isfari Hikmat , Jurnalis-Rabu, 10 Juni 2009 |22:07 WIB
PLN Tunda Kenaikan Tarif
A
A
A

JAKARTA - Pihak PLN mengaku belum menaikan tarif biaya penyambungan baru. Biaya kenaikan tersebut dilakukan oleh PLN untuk menutupi keterbatasan dana investasi melakukan  perluasan jaringan.

Asisten Manager Komersial PLN APL Condet, Jakarta Timur, Tarsa, menegaskan pihaknya belum menaikan tarif. "Tidak ada kenaikan tarif biaya penyambungan," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (10/6/2009).

Hal ini menurutnya dilakukan berdasarkan SK Menteri ESDM No.2038.K/40/MEM/2001 bahwa permintaan penyambungan baru dikenakan biaya normal.

Menurut Sutarjo (45) warga Tebet saat ditemui di Area Pelayanan Listrik Kampung Melayu, Jakarta Timur, bila PLN jadi menaikan tarif pemasangan seharusnya diiringi dengan peningkatan pelayanan terhadap pelanggan. Misalnya soal pemisahan loket pemasangan baru dengan loket pembayaran bulanan.

"Seharusnya loket pemasangan dengan pembayaran dipisahkan," ungkapnya.

Pasalnya untuk menambah daya dia harus mengantri cukup lama karena loketnya disamakan dengan loket pembayaran. Sutarjo juga mengaku untuk biaya peningkatan daya dari 1.300 volt menjadi 2.200 volt pihaknya dikenakan tarif Rp1.320.000.

Padahal untuk memasang daya 1.300 volt dikenakan biaya Rp492 ribu, sedangkan untuk menaikan daya dikenakan biaya. "Ada kenaikan 100 persen," ungkapnya.

Sementara Daty (40) warga Tebet juga mengaku sedang menaikan daya untuk kebutuhan rumah tangga. Dia mengaku sedang menaikan daya dari 1.300 volt menjadi 4.400 volt.

"Memang ada kenaikan tapi se harusnya diiringi juga dengan pelayanan," ungkapnya.

Sedangkan, Rifak (45) warga Bulak Rantai, berharap agar kenaikan tarif penyambungan,pemasangan, ataupun penambahan listrik tidak dibebankan kepada masyarakat.

(Novi Muharrami)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement