YOGYAKARTA - Meski berasal dari kalangan sipil, namun Jusuf Kalla (JK) dinilai berani memperjuangkan nasib tentara di Indonesia. Ini terbukti dengan dinaikkannya anggaran bagi TNI hingga dua persen. JK selama ini tidak ragu-ragu untuk memperjuangkan nasib tentara, sama halnya dengan Bung Karno.
"Di Indonesia hanya ada dua sipil yang perjuangkan tentara yaitu Bung Karno dan Pak JK," seru Ketua Golkar DIY Gandung Pardiman di hadapan JK pada kampanye terbuka perdana di Gedung Bimo, Yogyakarta, Kamis (11/6/2009).
Dalam kesempatan tadi, Gandung juga menyentil SBY yang notabene berasal atau mantan militer namun tidak tegas dalam memperjuangkan nasib tentara di Indonesia. Dia juga menegaskan bahwa koalisi yang dibangun antara JK-Wiranto merupakan koalisi kebersamaan, bukan koalisi saling tunjuk maupun koalisi main paksa.
"Seorang tentara yang justru tak perjuangkan nasib tentaranya," jelasnya.
Gandung, secara tegas juga mengkritik iklan SBY pada sebuah produk mie instan tertentu. Menurutnya untuk sebuah iklan tidak perlu menampilkan lingkaran keluarganya untuk ditonjolkan kepada masyarakat.
"Di iklan Pak JK tak nampak lingkaran keluarga dan kerabat atau mertua yang ditonjolkan. Tapi semua tahu dalam perbuatannya Pak JK bersama ibu Mufidah merupakan keluarga yang sakinah," tutur Gandung.
(Satria Nugraha/Trijaya/teb)