tragedi sukhoi

NEWS » News

Malaysia Minta Maaf Langgar Batas Ambalat

Carolina - Okezone
Kamis, 11 Juni 2009 18:55 wib

JAKARTA - Desakan dan tekanan yang diberikan Pemerintah Indonesia soal blok Ambalat berbuah hasil. Pemerintah Malaysia akhirnya meminta maaf atas pelanggaran yang dilakukan angkatan perangnya.

Ini diungkapkan anggota DPR Komisi I, Yusron Ihza saat jumpa pers di terminal II Bandara Soekarno Hatta, seusai melakukan pertemuan dengan pejabat Malaysia, Tangerang, Kamis (11/6/2009).

"Kami menyampaikan bahwa Ambalat adalah milik Indonesia. Sehingga kami minta jangan terjadi tumpang tindih, dan mereka berjanji akan menarik kapal patroli sehingga tidak terjadi koflik fisik," kata Yusron.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula empat pejabat Malaysia di antaranya Wakil Ketua DPR Malaysia Dato' Wan Junaidi, Mentri Pertahanan Malaysia Dato' Sri Ahmad Zahid Bin Hamidi, Wakil Menlu Malaysia Kohilan Pillay, dan Panglima Perang Diraja Laksamana Sri Dato Sri Abdul Aziz Jaafar.

Melihat kemajuan tersebut, lanjut Yusron, pihaknya meminta agar semua pihak bisa menahan diri dan cooling down untuk masalah Ambalat. "Mari kita cooling down dulu," tuturnya.

Yusron menyakini, klaim Ambalat milik Indonesia telah diakui internasional. Salah satunya pernjanian konvensi PBB. Sedangkan Malaysia hanya memiliki peta tahun 1979.

"Secara hukum kita didukung banyak negara lewat perjanjian tersebut. Sedangkan Malaysia hanya memilik peta saja," tegasnya.

Jika Malaysia melakukan pelanggaran lagi di Ambalat, Pemerintah akan menjatuhkan hukuman kepada tentara yang melakukannya lagi.

"Oleh sebab itu, masalah Ambalat harus dilakukan dan ditindaklanjuti pemerintah Indonesia, seperti menentukan garis batas, itu sangat penting agar tidak terjadi klaim-klaim kembali," kata politisi PDIP Andreas Pareira yang ikut dalam rombongan tersebut.
(kem)

  • indra putra » 0 Tanggapan
    Malaysia akhirnya minta maaf atas kejadian ambalat , dan mereka tidak lagi berani secara terang terangan mengoperasikan kapalnya kembali disekitar ambalat?? tahukah kenapa mereka berbuat seperti itu ???? ini ceritanya dari saksi di lapangan , dan menurut Saksi para Penduduk : versi Menurut para penduduk : Kapal KRI mengejar lalu tiba tiba langsung menembak tanpa peringatan merusak lambung kapal malaysia sehingga kapal tersebut kabur Menurut marinir yang bertugas di KRI (maaf nama KRI dan Pelaku tidak disebutkan) Pada waktu itu kapal perang malaysia berlalu lalang dikawasan RI (ambalat) sedangkan kapal KRI yang awalnya hanya mengejar tapi tidak berbuat apa-apa , kemudian atas inisiatif seorang guner (marinir pemegang senjata) yang "tidak patuh pada perintah atasan"kemudian mengeluarkan beberapa detik tembakan senjata mesin kaliber 30mm dan hasilnya merusak lambung kapal sehingga membuat kapal perang malaysia harus kabur dan menyingkir supaya tidak ditembak pake canon ,sebenarnya sang gunner tersebut berbuat seerti itu hanya gara - gara merasa kesal melihat kapal perang diraja malaysia yang sok dan arogan sedangkan nahkoda kapal KRI tidak mau bertindak apa -apa selain hanya mengejar tapi tanpa tindakan karena katanya tidak ada perintah dari Jakarta untuk menembak kapal perang malaysia ini membuktikan ternyata malaysia hanya berani gertak sambal tetapi giliran mereka dihadapi ternyata malah takut dan jadi ciut nyalinya melihat tentara 2x TNI yang nekat berani ambil tindakan tanpa persetujuan atasan terlebih dahulu
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ranto marbun » 0 Tanggapan
    Tidak semudah minta maaf, kalau rakyat sendiri yang bersalah, penegak hukum/yang berwenang sok tegas tidak lagi menghiraukan kata "maaf". tapi kalau Negara lain "kok diam aja" dimana nyalimu Indonesia, berani dalam kandanga saja.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • baisa » 0 Tanggapan
    sebenarnya Malaysia memang Salah kalau merujuk konvensi PBB dlm konteks ini, Tapi ada juga Kelemahan dari Indonesia, Dimana Konsentrasi Pemerintah dan Pihak2 Terkait Terlalu Sibuk Dengan Urusan POLITIK, Saling Serang Antar Politisi, Bagaimana Cara Merebut Kekuasaan, Akibatnya Ada yang terlupakan, Dlm Hal Urusan Pulau Terluar Beserta Warga Indonesia Yang Ada Di perbatasan Yg.Sebenarnya Juga Butuh Perhatian
    Beri Tanggapan Laporkan
  • RAY » 0 Tanggapan
    TENTARA NASIONAL INDONESIAKU jng kau lengah oleh penyusup-penyusup malingsialan,yg selalu menggangu kedaulatan NKRI,jangan lengah kalau perlu hancurleburkan saja malingsia.MERDEKA...........
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Tedi » 0 Tanggapan
    Jangan sampai terjadi spt sipadan dan ligitan, Ibu pertiwi menangis jari jarinya di ambil Orang lain.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.