JAKARTA - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Penegak Citra DPR mengecam rencana pemberian cincin emas sebagai cinderamata bagi anggota DPR yang akan menyelesaikan masa tugasnya tahun ini.
Karena itu, koalisi ini menghadiahi para anggota DPR sebuah cermin agar legislator yang menerima cincin dapat bercermin diri. Penyerahan cermin disampaikan melalui Badan Kehormatan DPR.
Namun, niat para aktivis tersebut tidak tercapai karena tidak satupun anggota BK yang hadir di ruang kerja mereka. Karenanya, koalisi ini hanya menyerahkan cermin kepada staf sekretariat Badan Kehormatan.
"Kami memberi cermin agar semua anggota DPR berkaca dari sisi kinerja, prestasi dan etika moral, seberapa pantas mendapat penghargaan," kata salah satu aktivis Abdullah Dahlan kepada DPR di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Hal senada diungkapkan rekan Dahlan, Arif Nur Alam. Menurutnya, anggota DPR yang sekarang tidak layak menerima cinderamata yang menelan dana Rp5 Miliar. Selain karena dianggap sebagai lembaga terkorup, kinerja DPR juga buruk. Terutama dalam menyelesaikan undang-undang krusial seperti Rancangan Undang-Undang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
(ful)