getting time...

NEWS » News

Kebun Binatang Surabaya Periksa Kematian Mery

Amir Tejo - Okezone
Jum'at, 12 Juni 2009 13:23 wib
Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

SURABAYA - Kebun Binatang Surabaya (KBS) hingga kini masih menyelidiki penyebab kematian salah satu harimau Sumatera koleksinya bernama Mery. Hewan belang itu ditemukan terkapar di kadangnya oleh petugas KBS Selasa 6 Juni 2009 lalu.

Diduga kematian Mery karena memang faktor usianya yang memang sudah tua. Berdasarkan teorinya usia harimau Sumatera hanya berkisar  20-an tahun.

Namun untuk memastikan penyebab kematiannya pihak KBS masih menunggu hasil autopsi dari tim Rumah Sakit Hewan Setail Surabaya.

"Organ-organ dalam Mery saat ini sedang diautopsi di Rumah Sakit Hewan Setail. Dibutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan untuk mengetahui penyebab kematiannya," kata Agus Supangkat jurubicara KBS, Jumat (12/6/2009).

Sesuai dengan prosedur yang berlaku di KBS, semua hewan koleksi KBS yang mati, harus menjalani autopsi. Fungsinya, selain untuk memastikan penyebab kematian juga sebagai bahan evaluasi dalam pemeliharaan satwa.

"Dari autopsi nanti bisa dilihat, apakah mati karena kecelakaan atau berantem dengan sesama jenis dan sebagainya," ujar Agus.  

Sebelum ditemukan mati, tanda-tanda Mery kurang sehat sebenarnya sempat diketahui para petugas KBS sehingga mereka merencanakan akan melakukan cek darah Mery. Namun belum sempat dilakukan cek darah, Mery keburu mati.

"Sabtu lalu  tim dokter melihat gejala kurang nafsu makan pada Mery, ketika itu. Kemudian direncanakan pada Selasa akan  dilakukan tes darah. Tapi belum lagi dilaksanakan, Mery mati," terang Agus

Kini dengan kematian Mery ini, koleksi harimau Sumatera milik KBS tinggal 14 ekor. Sejak April sampai Mei 2009, tiga satwa masing-masing Celeng Botheng, Siamang, dan Burung Ara Macaw, berturut-turut mati. Meski masih menunggu hasil autopsi laboratorium, diduga satwa-satwa ini mati karena karena perubahan cuaca dan faktor fisik.
(fit)