JAKARTA - Sebelum mengembuskan napas terakhir, psikolog Sartono Mukadis sempat menggigil. Namun hal itu diduga hanya sakit biasa seperti masuk angin.
"Tadi malam dah menggigil tapi dikira biasa. Tadi pagi juga menggigil kembali lalu dia bilang mau masuk ke rumah sakit," ujar Erie Samil, istri almarhum di rumah duka, Jalan Pinang Nomor 16 Kalijati, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2009).
Pukul 09.00 WIB, Sartono Mukadis kemudian dibawa ke UGD RS Fatmawati. Namun setelah sekira satu jam mendapat perawatan, Sartono mengembuskan napas terakhir.
"Di sana mendapat pertolongan jantung dan segala macam. Pukul 10.00 Bapak sudah tidak ada," jelasnya.
Menurut Erie, selama ini Sartono memang menderita diabetes dan ginjal. Namun selama ini kondisinya relatif biasa-biasa saja, bahkan Sartono masih bersemangat menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Memang ada keluhan pada jantungnya kadang parunya terendam air. Selama ini biasa saja masih bisa diatasi. Terakhir, memang terlihat agak capek ya, tapi dia masih semangat," jelas Erie. (Farid Rusdi/Trijaya/fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan