BERITA duka dunia penerbangan kembali tersiar. Kali ini berita itu masih datang dari pesawat milik TNI AU. Pada Jumat (12/6/2009) pukul 14.10 WIB, sebuah helikopter Super Puma yang mengangkut tujuh personel TNI AU jatuh. Dua orang tewas di tempat.
Berdasarkan catatan yang dipublikasikan redaksi okezone, dari tahun 2008 hingga pertengahan 2009 ini, terjadi enam kecelakaan pesawat militer yang merenggut 145 nyawa. Bahkan, hanya dalam hitungan dua bulan, empat kecelakaan pesawat terjadi dengan jumlah korban tewas 135 orang. Angka yang fantastis.
Banyak pihak menyebutkan bahwa berbagai kecelakaan pesawat militer itu akibat anggaran perawatan yang sangat minim. Namun, ada sebagian yang justru lebih memilih untuk melihat bahwa sisi perawatannya yang jelek, bukan anggarannya.
Helikopter Super Puma yang jatuh di kawasan Lanud Atang Sanjaya Bogor Jumat sore sebenarnya dalam misi flight test alias test terbang sesaat setelah menjalani perawatan. Dalam heli itu tercatat 5 orang penumpang adalah teknisi. Tentu kejadian ini mencengangkan dan membuat miris.
Jika merunut pada berbagai data, dari armada pesawat yang dimiliki TNI, kurang dari 50 persennya tidak layak pakai. Bahkan tidak jarang usia armada itu sudah sangat tua. Belum lagi imbas embargo militer yang pernah diterapkan AS, mau tidak mau makin membuat merana armada pesawat militer milik TNI.
Oleh karenanya, ke depan, pemerintah yang tentunya mewakili juga kepentingan TNI/Polri dapat meyakinkan legislator untuk mencarikan solusi bagi alutsista. Mungkin saja anggaran alutsista sangat kecil, sehingga kanibalisme menjadi tren. Karenanya anggaran pun mesti ditambah.
Di sisi lain, selain faktor anggaran, hal yang tidak kalah pentingnya adalah profesionalisme dari seluruh jajaran TNI/Polri dalam memanfaatkan anggaran yang ada demi perawatan alutsista. Jangan sampai, anggaran sudah naik, tapi perawatan juga tidak kunjung membaik. Tak kalah pentingnya adalah peremajaan alutsista yang memang sudah uzur.
Dengan melihat pendekatan dari dua sisi, internal (TNI/Polri) dan eksternal (anggaran), maka akan ditemukan sebuah solusi agar kejadian-kejadian nahas yang merenggut ratusan nyawa bisa dihindarkan. Semoga tidak ada lagi burung besi milik militer kita yang jatuh sia-sia.
(mbs)