getting time...

NEWS » News

Kerap Dicemburui, Ibu Muda Nekat Panjat Tower 52 M

Minggu, 14 Juni 2009 23:11 wib

KEDIRI - Tak tahan kerap dicemburui suami, Rodiah (35), warga Desa Segaran Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, nekat memanjat tower setinggi 52 meter di Dusun Prambatan  Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul.

Diduga, Rodiah berencana bunuh diri dengan terjun bebas dari puncak ketinggian. Namun, saat dipuncak tubuhnya roboh dengan kedua kaki tergantung. Diperkirakan karena lelah, ibu muda itu jatuh pingsan.

Pemandangan mengerikan itu membuat masyarakat di sekitar lokasi gempar. Suwoko, warga setempat yang pertama kali melihat pemandangan itu  langsung lari melapor ke petugas kepolisian setempat.

"Saat itu saya sedang menjemur gabah sekira  pukul 10.00 WIB. Kok dari bawah terlihat ada kaki menggantung," tuturnya kepada wartawan, Minggu (14/6/2009).

Sementara di bawah tower, terdapat sepasang sendal jepit bertuliskan huruf ED, sebotol air mineral dan sebuah sepeda angin. Semua perkakas itu dipastikan milik Rodiah.

Haikal, warga setempat menambahkan, sekira pukul 06.00 WIB, warga sudah memergoki Rodiah yang hendak naik tower. Setelah dilarang, Rodiah yang sudah memanjat di ketinggian satu meter kemudian turun.

"Namun tak tahunya ketika suasana sepi dia naik lagi," terangnya. Enam orang petugas Satuan Brimob Kompi C ditambah Tim SAR Kediri langsung berada di lokasi.

Sekitar tiga jam petugas melakukan proses evakuasi. Sebab korban yang dalam keadaan sadar sempat menolak untuk diturunkan.   

Menurut keterangan Kapolsek Pagu Ajun Komisaris Polisi Ketut Mudite, sebelum nekat naik tower, korban yang bekerja sebagai pedagang buah di pasar baru Pare mendapat makian dari suami karena kerap pulang larut malam. Suami korban cemburu dan marah-marah.

"Korban mengaku sakit hati. Karena pulang agak malam justru untuk berdagang membantu nafkah suami. Karena itu nekat akan bunuh diri," ujar Ketut.

Untuk mengembalikan kesehatan dan kondisi psikisnya, petugas membawa korban ke RSUD Pelem Kecamatan Pare. Polisi berencana memanggil suami korban untuk meminta keterangan.

"Kita akan panggil suaminya, agar kasus seperti ini tidak terulang lagi," ujarnya.
(Solichan Arif/Koran SI/lsi)