DEPOK - Sebanyak 55 orang siswa, atau 1,08 persen dari 5.500 siswa sekolah menengah atas (SMA) di Depok dinyatakan tidak lulus ujian nasional. Tiga orang di antaranya adalah siswa dari sekolah unggulan, SMA Negeri 1 Depok.
Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Nasional Depok Otong Hariyanto, akan mengevaluasi pihak sekolah yang siswanya tidak lulus.
"Kami akan mengevaluasi sekolah, mengapa masih ada siswa yang tidak lulus, dan di mata pelajaran apa saja," ungkapnya kepada wartawan di Depok, Senin (15/6/2009).
Menurutnya, kelulusan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya 96,34 persen. Saat ini, ada 48 SMA di Depok, enam di antaranya adalah SMA negeri.
Pengumuman nama-nama siswa yang lulus akan diketahui besok. Dinas pendidikan baru saja memplenokan hasil kelulusan dan menyebarkan ke semua sekolah.
Menurut Otong, SMAN 1 Depok sebagai sekolah unggulan tidak lulus 100 persen. Sedangkan dua SMA unggulan lainnya, SMAN 2 Depok dan SMAN 3 Depok, mencatat kelulusan 100 persen tahun ini.
Kepala Sekolah SMAN 1 Depok Achmadi mengatakan, tiga orang yang tidak lulus tersebut terdiri dari dua siswi dan satu siswa. "Mereka tidak mencapai rata-rata 5,5, dan rata-rata mereka jatuh di matematika dan fisika," jelasnya saat ditemui di sekolahnya, Jalan Nusantara, Depok I.
Mengenai citra sebagai sekolah unggulan, Achmadi mengatakan pihaknya realistis saja menerima kenyataan. Bagi siswa yang tidak lulus, pemberitahuan pihak sekolah akan disampaikan langsung ke rumahnya.
"Supaya mereka tidak minder," tukasnya.
Achmadi mengatakan, ketiga siswanya akan diimbau mengikuti ujian Kejar Paket C yang akan digelar pada 23-26 Juni mendatang. "Mudah-mudahan ini memberikan semangat bagi mereka, karena Paket C juga bisa digunakan untuk masuk ke perguruan tinggi," pungkasnya.
(nov)