JAKARTA - Pemerintah Indonesia menghindari lembaga internasional ikut campur dalam penyelesaian sengketa Ambalat, antara Indonesia dengan Malaysia. Hal bukan semata-mata karena trauma akan Sipadan dan Ligitan.
"Karena sekarang masalahnya adalah sengketa hukum terhadap hak berdaulat mengenai wilayah Ambalat dan pemberian konsesi minyak dan gas," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (15/6/2009).
Menurutnya, sampai sekarang posisi Indonesia atas Ambalat secara faktual kuat, karena sudah ada dua perusahaan migas asing beroperasi di sana. "Kita secara hukum lebih kuat," tuturnya.
Dia menegaskan, menghindari masalah Ambalat diinternasionalisasi bukan didasarkan trauma akan Sipadan dan Ligitan yang akhirnya jatuh ke tangan Malaysia.
"Bukan, bukan karena itu," pungkasnya.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.