PASURUAN - Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan, Jawa Timur, HM Soelchan Hadi Soegondo (55), menghembuskan nafas terakhir saat memimpin rapat paripurna di gedung DPRD Kota Pasuruan, Jalan Balaikota Pasuruan, Senin (15/6/2009). Diduga korban terserang penyakit jantung.
Kejadian ini tentu saja membuat anggota dewan dan undangan rapat paripurna yang hadir kaget. Mereka tidak menyangka anggota DPRD Kota pasuruan dua periode ini akan meninggal dunia.
Rapat paripurna II itu dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-fraksi. Soelchan selaku wakil ketua saat membacakan mukadimah sebagai pertanda sidang akan dimulai. Namun ketika dia memegang materi yang akan dibacakan dalam rapat kemudian terkulai lemas.
Sidang baru berjalan kira-kira 5 menitan. Sebelum lemas terkulai, Soelchan sempat menyebut nama Allah, sesaat kemudian dia diam. Perlahan, dia merunduk kemudian lemas dengan posisi terduduk di kursinya.
Saat kejadian, korban sedang duduk berdampingan dengan Walikota Pasuruan H Aminurrahman, Ketua DPRD H Hasani dan Wakil Ketua M Arifin. Mengetahui Soelchan lemas, Hasani dan anggota dewan lainnya berusaha memberi pertolongan.
Sidang pun bubar dengan sendirinya dan tubuh Soelchan yang sedang kritis secepatnya diangkut dengan mobil dinas dewan Nopol N 412 XP yang disopiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Hermanta Setiarsa.
Soelchan yang tiba di UGD RSUD Purut, langsung diberi pertolongan dengan dipompa denyut jantungnya. Karena korban belum juga sadar, kemudian diberi alat kejut jantung dengan posisi di mulut dan hidung masih terpasang oksigen. Tapi upaya itupun tidak berhasil.
Soelkhan akhirnya menghembuskan nafasnya di ruang UGD. Korban sempat dibawa ke ruang ICU RSUD Purut, Kota Pasuruan. Hanya 10 menitan di ruang ICU, Soelchan dinyatakan meninggal dunia karena terserang jantung.
Direktur RSUD Purut Sugeng Winarta mengatakan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa wakil ketua dewan itu. "Pak Soelchan meninggal dunia karena serangan jantung. Itu sesuai hasil rekam medis yang kami lakukan," ujarnya.
Sekadar diketahui, sebenarnya emosi Soelchan terlihat beberapa hari sebelum digelar paripurna. Yaitu saat pemaparan rapat komisi. Karena ada 4 persoalan yang disorotinya. Yaitu, terkait pasar buah di Kelurahan Karangketug yang sudah berubah fungsi menjadi tempat maksiat.
Selain tempat maksiat, politisi asal PKB ini menyayangkan lokasi itu juga digunakan sebagai tempat judi bilyar dan tempat mangkal WTS. Selanjutnya, terkait administrasi keuangan di jajaran pemkot yang dinilai tidak pernah berubah.
"Saat rapat komisi Pak Soelchan sudah tampak emosi. Beliau menyorot keras pasar buah yang sudah berubah fungsi menjadi tempat maksiat," tegas A Faruk, anggota Komisi I yang ikut rapat pemaparan komisi.
Soelchan sudah dua periode menjadi anggota dewan, yaitu 1999 - 2004 dan 2004 - 2009. Dalam Pemilu kali ini, dia tidak lagi mencalonkan diri.
Meninggalnya Soelchan membuat DPRD dan warga Kota Pasuruan kehilangan. Wakil rakyat dua periode itu, dikenal kritis dan membela kepentingan masyarakat. Apalagi kalau terkait masalah kemaksiatan, merupakan musuhnya.
Ungkapan duka mendalam itu juga disampaikan Ketua DPRD Kota Pasuruan H A Hasani. Menurutnya, Soelchan merupakan putra daerah yang mumpuni. "Saya menyampaikan maaf untuk Soelchan kepada seluruh masyarakat Pasuruan," ujarnya sendu.
Kematian Soelchan, lanjut Hasani, merupakan kematian anggota DPRD Kota Pasuruan untuk ketiga kalinya di ruang sidang. Dia berharap kematian Soelchan adalah yang terakhir kalinya.
Walikota Pasuruan Aminurrahman, mengatakan akan memegang empat amanah almarhum dan pihaknya akan segera menindaklanjutinya. "Kami akan menjalankan amanah almarhum," ucapnya.
Informasi yang diperoleh, selama ini di gedung DPRD Sidoarjo, sudah tiga kali anggota dewan meninggal dunia saat rapat. Pertama kali terjadi sebelum tahun 1980. Pimpinan dewan dari FTNI, yakni Soemarsono meninggal dunia saat rapat. Kemudian pertengahan Tahun 1980-an M Mahfud juga pimpinan dewan dari PPP yang meninggal setelah membacakan Pandangan Umum.
(Abdul Rouf/Koran SI/mbs)