getting time...

NEWS » News

Mendiknas: Gagal UN Tidak Terlalu Penting

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Selasa, 16 Juni 2009 11:52 wib

DEPOK - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Soedibyo menegaskan, keputusan kelulusan Ujian Nasional (UN) bagi semua siswa bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar.

"Kalau siswa yang tidak lulus, ya tidak lulus, mau diapakan? Makanya, belajar lebih baik," ungkapnya usai menjadi pembicara dalam Seminar Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (16/6/2009).

Menurut dia, kelulusan tidak ditentukan hanya dengan perolehan nilai UN bukanlah faktor tunggal penentu kelulusan siswa. UN hanyalah bagian dari empat faktor yang ditetapkan pihak sekolah, yakni budi pekerti, nilai rapor, UN, dan ujian praktek.

Bambang juga meluruskan pemahaman masyarakat yang menilai hanya UN penentu kelulusan para siswa.

"Menurut saya UN tidak terlalu penting, tingkat kelulusan juga tidak terlalu penting. Akhlak yang paling penting karena itu saya sangat keras terhadap yang curang," paparnya.


(lam)

  • suprayitna » 0 Tanggapan
    Siapapun yang menjabat sebagai menteri pendidikan sekarang harus mengundurkan diri, UN tidak bisa diterapkan di Indonesia dan jangan dipaksakan, seorang anak SD setelah sekolah 6 tahun HARUS LULUS, biarlah SMP yang akan melakukan TES MASUK bagi anak SD yang ingin melanjutkan ke SMP, begitu juga bagi siswa SMP yang sudah menempuh pendidikan selama 3 tahun juga HARUS LULUS, biarlah SMA yang melakukan TES MASUK bagi siswa SMP yang ingin melanjutkan ke SMA. Tidak perlu ada sekolah 2 tahun atau sekolah percepatan, karena sekolah adalah lembaga pendidikan yang mendidik tidak hanya ilmu tapi moral/agama, sekolah bukan tempat kursus.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • perkasa » 0 Tanggapan
    Gimana gak penting..., wong bisa menjagal cita2 anak. Kalu jd menteri jdlah menteri yg bijak pak, menteri yg mau dengerin keluhan siswa dan guru. jgn jd menteri yg angkuh....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Aditya » 0 Tanggapan
    yang bner aza dong pak... kalo ngomong tu dipikir dlu pak.. masa seorang mentri ngomongnya kaya gitu.,. mendingan balik lagi aza deh jadi murid SD..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Katarina Sinaga » 0 Tanggapan
    Pentingnya lulus, dan yang nggak penting itu gagal.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • guruiler » 0 Tanggapan
    Pak... pakai logika doooooooooooong 1. Tidak ada sekolah yang tidak meluluskan aspek kelulusan yang berasal dari sekolah, PASTI LULUS. Wong saya pernah tidak memberi nilai aja, dipksa memberi nilai. 2. Kalau ada sekolah ga meluluskan aspek dari seklah, dikatakan "kejam". 3. Nah tinggal tunggu UAN khan? Lihat kebawah... jadi menteri jangan hanya duduk di atas meja aja sambil baca buku yg terlalu teoritis. HAPUS UAN!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.