getting time...

NEWS » News

Satu Sekolah Tidak Lulus? Salah Sendiri!

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Selasa, 16 Juni 2009 13:05 wib

DEPOK - SMA Walisongo di Surabaya, Jawa Timur, ditutup akibat seluruh siswanya tidak lulus Ujian Nasional (UN). Menurut Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Soedibyo, hal itu menjadi tanggung jawab pihak sekolah sendiri.

Hal itu diungkapkan Bambang usai menjadi pembicara dalam Seminar Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (16/6/2009).

"Ya itu salah sendiri," jawabnya singkat.

Menurut dia, keputusan kelulusan Ujian Nasional (UN) bagi semua siswa bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar. Siswa yang tidak lulus, lanjut dia, berarti tidak belajar dengan baik untuk mempersiapkan UN.

Seperti diketahui, Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyatakan seluruh siswa kelas tiga program Ilmu Pengetahuan Sosial di SMA Wali Songo tidak lulus UN.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Ishaq Maloko, penyebab ketidaklulusan anak didiknya disebabkan nilai pada mata pelajaran Sosiologi yang di bawah standar.


(lam)

  • SATRIANA » 0 Tanggapan
    ya sy sngt stuju sm pendpt yg lain jd mentri tu jgn cm cr sensasi & inovasi yg hny mementingkn ego sj biar dpt nm gt pdhal inovasinya itu menyengsarakn masyrkt indonesia ingat pak nyebut2 nm ALlah
    Beri Tanggapan Laporkan
  • andre » 0 Tanggapan
    Setuju, kebijakan mendiknas yang dibuat sekarang menurut saya terlalu mengada - ada. biar bisa dibilang menaikkan mutu pendidikan maka dibuat kebijakan seperti itu. pdhal sebagai seorang menteri pendidikan yang bisa dibilang pasti orang pintar seharus nya sebelum mengeluarkan kebijakan yang cukup berat ini di lakukan pendalaman atau survey terlebih dahulu, samapi sejauh mana kesiapan bangsa kita ini untuk bisa diterapkan kebijakan pendidikan semacam itu, jangan sampai justru kebijakan tersebut dipakai cuma karena menteri pendidikan kita tidak punya ide lain. Lihat pak akibat kebijakan yang situ buat, banyak kejadian bunuh diri, stress, depresi. atau mungkin bagaimana kalau kita pinta bapak Bambang untuk jalani ujian negara dengan kebijakan dia ini ? apa dia juga sanggup ? . . .jangan mentang2 jadi menteri buat kebijakan se enak nya pak. . . .Memang negara Indonesia ini semakin semrawut saja. bukan cuma karena keadaan nya namun sampai kebijakan 2 nya pun sudah semrawaut. . .acak2 an dan gak terarah. Mau jadi apa negara ini. lah wong punya menteri aja ndak becus nangani masalahnya sendiri. HUH!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • RYAN » 0 Tanggapan
    He Pak Menteri jangan bangga dulu dengan nilai UN yang Tinggi silahkan kriterianya kelulusan dibuat 9,00 pasti bisa tercapai pak, tahukah bapak siswa yang ndugal dan bikin masalah ternyata dapat lulus dengan nilai sangat baik sedang yang rajin dan pandai nilai paspasan bahkan tidak lulus karena apa pak Menteri siswa tersebut dapat SMS san dari teman, siswa ternyata lebih julik dari pengawasnya yang hanya diam di depan tidak boleh mondar mandir mengawasi siswa yang mengerjakan UN, biar peserta tidak grogi ini terjadi di sekolah makanya soalnya jangan soal obyektif gitu pak menteri rawan nyontek ganti dengan soal esey terstruktur dengan jawaban close (tertutup) pasti nurun.nyonteknya agak sulit dan SMSnyapun agak lama
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ZainuRy » 0 Tanggapan
    jeria Se aberik Jawaban GenDeeeeeeeeenGGGG ....... Ngko La PenGalamaaaaannn...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • koen » 0 Tanggapan
    ya ampun... mentri kok komentarnya kayak gitu... jangan2 karena anda jadi mentri makanya kualitas pendidikan kita jadi seperti ini. kok bisa ya anda jadi mentri pendidikan? tanya kemana...eh...tanya kenapa?
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.