DENPASAR - Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXI tak hanya dimeriahkan pagelaran seni dari berbagai penjuru dunia. Tapi juga menghadirkan sajian beragam menu makanan nusantara.
Stand-stand kuliner di Taman Budaya Art Center, Denpasar tampak dipenuhi makanan khas Bali dari sembilan kabupaten/kota. Salah satunya adalah menu andalan sate kakul dan krupuk bekicot.
Putu Swastika, penjual sate kakul, mengatakan penjualan sate kakul pada hari pertama, omsetnya memang masih relative kecil. Untuk hari pertama setelah PKB dibuka SBY pada Minggu malam kemarin, Swastika mengaku hanya mampu menjual habis 10 kilogram kakul.
"Saya yakin setelah berjalan beberapa hari masyarakat akan tertarik mencoba dan membeli sate kakul," ujarnya di Denpasar, Bali, Selasa (16/6/2009).
Dari pengalaman mengikuti berbagai even kuliner seperti "Gajah Mada Town Festifal" pada akhir tahun lalu, Swastika mengaku omsetnya per-hari mencapai Rp50 juta rupiah. Apalagi saat ini peserta PKB dan masyarakat yang berkunjung dari seluruh Kabupaten/Kota Se-Bali.
Dia pun optimistis omset penjualannya bisa lebih besar dari penjualan pada even-even kuliner lainnya. Selain dipakai sate menurut Swastika kakul ini juga bisa diolah menjadi pepes kakul, dan kuah ares kakul.
Dengan berbagai variasi olahan ini masyarakat menjadi tertarik untuk mencobanya. Terkait dengan krupuk bekicot, Swastika mengaku memang unik dan menjadi produk baru yang ditawarkan di stand Pemkot Denpasar. Sekadar diketahui, satu bungkus krupuk bekicot dijual Rp3.000.
(ful)