getting time...

NEWS » News

Karena Utang Rp200 Ribu Rekan Kerja Dibantai

Rabu, 17 Juni 2009 19:08 wib

SIDOARJO - Terlibat utang dengan rekan kerjanya, Sujanarso (41), warga Desa Jumput Rejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, tega membunuh Sumarlina (35), sesama buruh pabrik PT Morindo Makmur Usaha Jaya (MMUJ), di Kawasan Gedangan, Sidoarjo.

Korban ditemukan tewas Selasa malam di gudang belakang pabriknya. Kasat Reskrim Polres Sidoarjo Iptu Agung Pribadi mengatakan, dia dan anak buahnya datang ke rumah tersangka dan menanyakan masalah Sumarlina.

"Saya katakan pada tersangka, sekarang Sumarlina masih dirawat di rumah sakit," tandas Agung di Kantornya, Rabu (17/6/2009).

Mendengar penjelasan Agung, Sujanarso pun langsung mengaku bahwa dirinya khilaf melakukan perbuatannya. "Saya telah memukulnya, semua itu saya lakukan karena khilaf," aku tersangka.

Menurut pengakuan ayah dua anak ini, dia kesal karena utangnya senilai Rp200 ribu selalu ditagihnya, dengan jumlah yang bertambah menjadi Rp500 ribu. "Saya pukul dia menggunakan kayu. Itu saya lakukan karena kesal setelah ditagih utang," aku Sujanrso.

Dia mengaku, puncak kejengkelan itu terjadi pada Selasa siang. Tersangka kembali menagih utangnya. Karena sudah kesal, tersangka menjanjikan utangnya akan dibayar sore hari.

Sekira pukul 14.00 WIB, tersangka yang bekerja di bagian kebersihan meminjam kunci gudang kosong di bagian belakang pabrik dan memanggil korban menuju gudang belakang dengan alasan akan membayar utang.

Di dalam gudang itulah tersangka langsung meraih balok kayu berukuran 4x6 cm sepanjang 80 cm yang tergeletak di lantai gudang. Kayu itu dipukulkan ke kepala korban sebanyak tiga kali.

Korban pun ambruk bersimbah darah. Karena takut ketahuan karyawan lain, tersangka lantas memasukkan tubuh korban ke dalam drum berdiamter 25 cm dengan tinggi 1,5 meter. Kepala korban dimasukkan lebih dulu dan kakinya di atas serta diberi kertas-kertas agar tidak kelihatan.

Usai menghabisi korban, tersangka mengambil uang korban senilai Rp2,310 juta, ponsel Nokia tipe 2865, dua buah KTP dan tiga buah cincin. Tersangka pun  pergi meninggalkan gudang yang pintunya digembol lagi.

Takut ketahuan, tersangka kemudian pulang lewat belakang dengan cara memanjat tembok pabrik setinggi tiga meter. Sebelum pergi, Sujanarso melepas celana warna krem dan baju lengan panjang motif kotak-kotak kuning yang dia gunakan. Baju bernoda darah dan dua buah KTP korban dibuang di semak belukar.
(Abdul Rouf/Koran SI/ded)

  • yonatan » 0 Tanggapan
    "Saya telah memukulnya, semua itu saya lakukan karena khilaf," kata tersangka... alibinya... jelas" tuh ada motif,.. ada rencana pinjem" kunci gudang,... trus habis membunuh, korban juga di perlakukan secara tidak manusiawi.. mana aja kalo ngak sengaja,.. og sampai ambil semua harta yg di bawa korban... ==a
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.