SEMARANG - Ratusan siswa kelas 10 SMA Negeri 1 Semarang dikumpulkan di aula sekolah tersebut. Satu per satu mereka digeledah tas dan dompetnya.
Tak hanya itu mereka juga diperiksa mata dan lengannya. Di antara mereka nampak seorang siswa yang gelisah. Sesekali dia menyeka keringat di dahinya.
Petugas dari Badan Narkotika Kota Semarang langsung bertindak cepat. Siswa tersebut dibawa ke toilet sekolah untuk menjalani test urine. Saat tes urine dilakukan, siswa tersebut semakin gelisah dan keringat pun semakin deras menetes.
"Saya nggak pakai narkoba. Sejak kecil saya memang seperti ini. Kalau diperiksa dokter langsung takut, gemetar, dan keluar keringat dingin," jelas siswa yang bernama Novianto Arif, warga Jalan Taman Sri Kuncoro, Semarang.
Arif nampak lega setelah diketahui hasil tes urine ternyata negatif. Dia langsung mencium tangan petugas BNK Semarang dan seluruh gurunya.
Tak berapa lama kemudian seorang siswa juga dicurigai menggunakan narkoba pun mendapat giliran. Siswa bernama Alex itu juga nampak berkeringat dan jantungnya berdetak kencang saat diperiksa petugas.
"Saya sakit flu sehingga tadi malam dan pagi tadi minum obat. Saya nggak pernah pakai narkoba," jelas Alex usai menjalani tes urine yang hasilnya juga negatif.
Dalam operasi itu petugas BNK juga mencurigai seorang siswa bernama Kuntana Fauzan warga perumahan Arya Mukti Timur sebagai pengguna narkoba. Mata siswa tersebut nampak merah.
Siswa bertubuh gendut itu langsung pucat pasi saat diminta melakukan tes urine. "Tadi malam saya nggak bisa tidur Mas. Saya nggak pernah pakai narkoba kok," kata Fauzan.
Dia nampak lega serta girang saat diketahui hasil tes urinenya negatif. Yang menarik dalam dalam operasi narkoba tersebut adalah saat petugas justru menemukan satu set kartu remi di dalam tas yang bernama Adhi Nugraha.
Spontan guru-guru di sekolah tersebut kaget lantaran Adhi tergolong murid yang cerdas. "Biasanya main dengan teman-teman. Cuma iseng dan tidak pakai taruhan," jelas Adhi sembari melempar senyum.
Petugas juga menemukan beberapa keping film dalam format VCD namun tak tergolong porno. Sungguh ironi, kedatangan BNK dan aparat kepolisian dalam rangka pemeriksaan rutin saja, masih menjadi momok buat segelintir siswa.
Tak heran, saat dinyatakan tes urine negatif, mereka loncat kegirangan. Padahal, jika memang mereka tidak menggunakan narkoba, tidak sepantasnya mereka takut menghadapi dokter sebagai anak remaja.
Ketua Badan Narkotika Kota Semarang, Ir Tata Pradana MT menyatakan, pihaknya terus menggelar operasi di tempat yang ditengarai sebagai lokasi peredaran narkoba, seperti tempat hiburan, bandara, pelabuhan, dan sekolah.
"Kita ingin semua sekolah di Semarang bebas narkotika," jelas Tata.
BNK Semarang melakukan tes narkoba dalam bentuk rapid test di mana tak semua orang menjalani tes urine. Hanya orang-orang yang dicurigai menggunakan narkoba saja yang menjalani tes urine.
Hal ini dilakukan karena tes urine sangat mahal. "Kita sortir dulu dengan melakukan tes pupil. Pupil orang normal ketika disorot lampu akan melebar. Sebaliknya pada pengguna akan mengecil," jelasnya.
BNK Semarang akan rutin menggelar operasi ini dan waktunya mendadak. Hal ini sebagai upaya agar pengguna narkoba tidak melakukan persiapan.
"Pengguna narkoba yang berhenti mengkonsumsi 4-5 hari sebelum tes akan tidak terdeteksi. Kalau tes darah lebih lama lagi. Pengguna yang berhenti satu bulan yang lalu pun masih akan terdeteksi," tambahnya.
(nov)