getting time...

NEWS » News

Hadiri Acara Mega-Pro, Ketua dan Sekjen KAMMI Dipecat

Maria Ulfa Eleven Safa - Okezone
Kamis, 18 Juni 2009 07:36 wib

JAKARTA - Ketua Umum dan Sekertaris Jenderal Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dipecat dari jabatannya. Pemecatan terhadap Rahman Toha dan Fikri Aziz itu diduga karena ada pihak-pihak yang tersinggung atas penolakan keras KAMMI terhadap capres-cawapres penganut neoliberal.

"Kami sama sekali tidak diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan kepada MPP KAMMI," ujar Ketua Umum KAMMI, Rahman Toha, ketika dihubungi okezone di Jakarta, Kamis (18/6/2009).

Pemecatan mereka ditenggarai kehadiran Rahman di acara Deklarasi Pelajar Pemuda Mahasiswa mendukung Mega-Pro di Hotel Bumi Wiyata Depok, 10 Juni lalu. Dalam kesempatan itu, Rahman mengaku memiliki visi dan misi yang sama dengan pasangan bernomor satu itu terutama penolakannya terhadap neolib.

"Saya hadir saat itu bukan sebagai penggagas tetapi sebagai tamu, lagipula KAMMI tidak dalam kapasitas mendukung," imbuhnya.

Rahman menuding ada salah satu petinggi partai pengusung capres tertentu yang menjadi otak di balik pemecatan dirinya. "Tidak usah disebut namanya, ngak etis," terangnya.

Sebelumnya, Rapimnas KAMMI yang diselenggarakan Rabu siang berubah menjadi MLB dan berujung pada pemecatan Rahman Toha dan Fikri Aziz. Keduanya dipecat lantaran dianggap menyalahi kode etik organisasi yaitu menghadiri deklarasi pelajar pemuda mahasiswa mendukung Mega-Pro. (kem)
(ahm)

  • Subhan » 0 Tanggapan
    Astagfirullah. Hendaknya kita berpikir jernih, menanggapi hal ini, adalah hal yang wajar ketika mahasiswa memiliki visi yang sama dengan calon yang anti BHP. Semoga Allah Swt. selalu memberikan hidayah pada kita semua. Amin
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wildan » 0 Tanggapan
    sudahlah, pecat ya pecat, dukung ya dukung, yang ikhlas aja mecat dan yang ikhlas aja ndukung2.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • jati » 0 Tanggapan
    Kejadian ini menunjukkan dengan jelas, kurang jernihnya pemahaman politik Islam pada kader2 KAMMI dan PKS. Saya miris dengan penyebutan diri sebagai partai dakwah dan mahasiswa Islma, namun langkah politiknya tidak Islami. Kalau mau disebut Partai Dakwah dan Mahasiswa Islam, suarakanlah seruan2 Allah agar Indonesia secepatnya berhukum hanya kepada hukum Allah dan jangan dukung capres yang tidak mempunyai visi ilahiyah ini. Mendukung siapapun dari 3 cawapres, berarti mendukung sekularisasi Indonesia, karena tak satupun dari ke 3 nya yang mau mengangkat visi untuk kembali berhukum kepada hukum Allah, seperti yang telah dicontohkan Rasulullah dlm membangun 'Negara Moderen Madinah'. Ingat, Allah berfirman: wa man lam yahkum bima anzalallah faulaika humul fasiqun. Wahai sudaraku para pengemban da'wah, kembalilah ke jalan perjuangan da'wah rasulullah tanpa harus bersekutu dengan partai2 sekular dan mencampur adukkan antara yang haq dan yang bathil. Semoga Allah bukakan hati kita untuk menerima kebenaran dari-Nya....amien. Dari saudaramu yang selalu mencintai kalian semua.... Wassalamu alaikum Jati
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Luerdi/Kebijakan Publik KAMMI Daerah Riau » 0 Tanggapan
    Smoga PP KAMMI dan kader-kader KAMMI di daerah tetap solid ditengah-tengah dinamika yang menyehatkan organisasi.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • putramalaka » 0 Tanggapan
    skrg aku sdh tak percaya lg klo KAMMI ad gerakan pro-demokrasi.. KAMMI itu ad gerakan pro apa aja asal bukan demokrasi..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.