JAKARTA - Ketua Umum dan Sekertaris Jenderal Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dipecat dari jabatannya. Pemecatan terhadap Rahman Toha dan Fikri Aziz itu diduga karena ada pihak-pihak yang tersinggung atas penolakan keras KAMMI terhadap capres-cawapres penganut neoliberal.
"Kami sama sekali tidak diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan kepada MPP KAMMI," ujar Ketua Umum KAMMI, Rahman Toha, ketika dihubungi okezone di Jakarta, Kamis (18/6/2009).
Pemecatan mereka ditenggarai kehadiran Rahman di acara Deklarasi Pelajar Pemuda Mahasiswa mendukung Mega-Pro di Hotel Bumi Wiyata Depok, 10 Juni lalu. Dalam kesempatan itu, Rahman mengaku memiliki visi dan misi yang sama dengan pasangan bernomor satu itu terutama penolakannya terhadap neolib.
"Saya hadir saat itu bukan sebagai penggagas tetapi sebagai tamu, lagipula KAMMI tidak dalam kapasitas mendukung," imbuhnya.
Rahman menuding ada salah satu petinggi partai pengusung capres tertentu yang menjadi otak di balik pemecatan dirinya. "Tidak usah disebut namanya, ngak etis," terangnya.
Sebelumnya, Rapimnas KAMMI yang diselenggarakan Rabu siang berubah menjadi MLB dan berujung pada pemecatan Rahman Toha dan Fikri Aziz. Keduanya dipecat lantaran dianggap menyalahi kode etik organisasi yaitu menghadiri deklarasi pelajar pemuda mahasiswa mendukung Mega-Pro. (kem)
(ahm)