JAKARTA - Departemen Agama sempat mengumumkan tidak ada kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2009. Namun ternyata biaya ongkos naik haji justru naik hampir di semua zona wilayah.
Anggota Komisi VIII DPR Al Yusni meminta Menteri Agama Maftuh Basyuni segera mengklarifikasi hal itu kepada masyarakat agar tidak terjadi salah paham.
"Kita sudah setujui kenaikan ONH dan kita minta transparansi dari Depag. Jangan menggunakan bahasa propaganda atau kampanye kalau ONH tidak naik," tegasnya kepada okezone, Kamis (18/6/2009).
Menurut dia, biaya sewa pemondokan yang dipindahkan ke kawasan yang lebih dekat dengan Masjidil Haram pasti lebih mahal daripada yang lokasinya lebih jauh.
"Karena itu, jangan sampai ada jemaah yang ongkos naik hajinya lebih murah, tapi ternyata pondokannya lebih jauh," cetusnya.
Selain itu, biaya katering juga ternyata naik, sejalan dengan harga bahan bakunya yang juga naik.
"Transportasi juga naik. Jadi sebetulnya ada kenaikan, jangan hanya digeneralisir lalu dibilang tidak naik," imbuhnya.
Seperti diberitakan, DPR telah menyetujui kenaikan ONH 2009. Kenaikan antara lain mencakup konsumsi jemaah selama berada di Armina dan Madinah, yang naik menjadi 8 riyal, atau naik 1 riyal dibandingkan tahun lalu.
Kenaikan biaya pondokan dan konsumsi per jemaah juga naik rata-rata sekira 650 riyal atau setara dengan USD174,7 dengan asumsi USD1 atau 3,72 riyal.
Sedangkan penurunan terjadi pada tarif penerbangan haji. PT Garuda Indonesia menurunkan rata-rata USD91 dan Saudi Arabian Airlines menurunkan rata-rata USD45.
Sementara biaya operasional dalam negeri dari tahun lalu Rp501 ribu, tahun 2009 hanya Rp100 ribu, atau mengalami penurunan sebesar Rp401 ribu, karena biaya tersebut disubsidi melalui dana optimalisasi setoran awal jemaah haji, kecuali asuransi yang tambah sebesar Rp100 ribu.(lam)
(mbs)