JAKARTA - Pemecatan Ketua Umum dan Sekjen Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dinilai sarat muatan politis karena organisasi kemahasiswaan itu dianggap memiliki kedekatan secara psikologis dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Terkait unsur kedekatan KAMMI dan PKS dibenarkan Ketua DPP PKS Fitra Arsil. Menurut dia, wajar saja jika KAMMI kerap dikaitkan dengan PKS.
"Tapi soal intervensi itu nggak ada. Harus dilihat, landasan bagaimana PKS masuk ke KAMMI," ujar Fitra kepada okezone, Jumat (19/6/2009).
Selain itu, dia juga membantah pemecatan Rahman Toha dan Fikri Aziz dikarenakan mereka mendukung pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan bukan mendukung pasangan capres-cawapres lain.
"Bisa saja karena banyak mantan KAMMI menjadi pendukung SBY sementara deklarasi itu kan mendukung Prabowo. Mereka juga kan tidak pernah digiring untuk mendukung SBY," tegasnya.
Seperti diketahui, Ketua Umum dan Sekjen KAMMI dipecat oleh MPP KAMMI karena keduanya menghadiri undangan deklarasi Pelajar Pemuda Mahasiswa mendukung Mega-Pro sebagai pasangan capres-cawapres, pada 10 Juni lalu.
Hal itu dinilai melanggar aturan organisasi yang menjunjung tinggi independensi KAMMI sebagai organisasi kemahasiswaan.
(lam)