getting time...

NEWS » News

Mabes Polri Didesak Ambil Alih Kasus Edikson

Fahmi Firdaus - Okezone
Jum'at, 19 Juni 2009 11:33 wib

JAKARTA - Keluarga korban salah tembak Edikson Sianturi (38) yang tewas setelah kepalanya tertembus timah panas, mendesak Mabes Polri segera mengambil alih kasus penyelidikan dua perwira dan dua bintara Polri yang diduga terlibat dalam penembakan.

Adik ipar Edikson, Ully Artha Pangaribuan mengatakan penyelidikan kasus pelanggaran HAM yang dilakukan aparat kepolisian ini harus segera dituntaskan oleh Mabes Polri. "Kami mendesak agar Mabes Polri segera mengambil alih penyelidikan dan juga menuntaskan kasus penembakan Edikson," ujarnya saat ditemui di Kantor PBHI Jalan Salemba I No 20, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2009).

Dia mengatakan, Kapolda Riau Brigjen Adjie Rustam Ramdji meminta maaf secara langsung kepada pihak keluarga. Terkait penawaran santunan, menurut Ully, sebaiknya pihak Polda Riau menunda rencana tersebut.

"Penegakan hukum kasus Edikson harus dituntaskan hingga ke pengadilan," tegasnya.

Sebelumnya, pihak keluarga pernah diminta untuk mendatangi pihak kepolisian. Lalu pihak polisi menawarkan pemberian santuan sebesar Rp75 juta.

Namun dalam rilis yang diterbitkan surat kabar lokal di Riau, Kabid Humas Polda Riau menyatakan ada pihak keluarga yang meminta santunan Rp75 juta.

"Hal itu tidak benar. Bagi kami, pernyataan tersebut adalah pembalikan fakta," tukas Ully.

Dia menambahkan, keluarga korban tetap membuka pintu dialog terkait kompensasi dari kepolisian untuk keluarga korban. Dia mengakui, sebelumnya pihak keluarga meminta agar santunan diberikan dalam bentuk kompensasi lahan kebun sawit.

Hal ini dengan pertimbangan karena perkebunan sawit adalah mata pencahaarian warga Kandis, Kabupaten Siak, Riau. "Dari situ dapat menafkahi keluarga korban. Namun saat ini bagi kami yang terpenting adalah penegakan hukum," pungkas Ully.

Edikson ditembak aparat Polda Riau saat pencarian target operasi kasus perampokan pada 22 Mei 2009 lalu. Saat itu, polisi menggerebek sebuah warung dan korban yang tinggal di Lintas Pekanbaru, Pasar Minggu Kandis, Riau itu, tertembak hingga tewas. Kepala belakangnya tertembus timah panas hingga ke bagian wajahnya.
(nov)

  • ronny » 0 Tanggapan
    penegakan hukum harus dikedepankan.....aparat yg salah harus ditindak, bahkan dipidana saja. Jgn krn nila setitik, rusak susu sebelanga.....terlepas dari jabatan perwira...yang salah tetap salah, dan harus diproses....spy POLRI semakin professional, supaya negara semakin maju dan bersih dari perilaku yang salah.....!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.