getting time...

NEWS » News

JK Ziarah ke Makam Pendiri NU

Jum'at, 19 Juni 2009 16:50 wib

BANGKALAN - Wakil Presiden HM Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangkalan. Dalam kunjungan kali ini, wapres menyempatkan diri untuk ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Syaikhona M Kholil, yang terletak di Desa Martajasah, Kecamatan Kota.

Selain berziarah, JK yang didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo juga mengikuti acara istghosah dan silaturahmi dengan seluruh warga dan jajaran pengurus NU yang ada di Pulau Madura. Acara tersebut sekaligus dijadikan ajang untuk syukuran, atas beroperasinya jembatan Surabaya-Madura (Suramadu).

Beberapa pejabat dan tokoh masyarakat terlihat hadir dalam acara kunjungan kerja JK, di antaranya terdapat Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud, Ketua Fraksi Golkar Priyo Budi Santoso, politisi muda Golkar Yuddy Chrisnandi, dan anggota DPD asal Madura KH Nuruddin A Rahman.

Tidak hanya pejabat saja, kalangan pengurus teras NU juga terlihat dan ambil peran, di antaranya Rois Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Akhyar, yang didaulat untuk memimpin istighosah, Ketua Tanfids PWNU Jawa Timur KH Mitahul Akhyar, dan Ketua PCNU Bangkalan RKH Fachrillah Aschal.

Sementara dari kalangan pejabat Pemerintah Kabupaten Bangkalan, terdapat Bupati RKH Fuad Amin, Wakil Bupati Syafik Rofii, Sekretaris Kabupaten Sudarmawan dan Wakil Ketua DPRD Bangkalan Jamhuri.

Dalam sambutannya di hadapan mayoritas santri dan warga NU, JK meminta agar warga Madura lebih meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, hal itu sangat penting karena pasca-beroperasinya Jembatan Suramadu, pemerataan dalam hal pembanguan bakal terjadi di Pulau Madura.

"Sebelum era industri akan hadir seiring dengan beroperasinya Suramadu, pendidikan di Madura harus ditingkatkan," ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin, Jumat (19/6/2009).

Adapun jenis pendidikan yang diinginkan  JK lebih banyak pada masalah pelatihan yang siap untuk mencetak tenaga kerja yang handal, seperti teknisi, kursus, dan kejuruan. Menurutnya, bila banyak kalangan yang terpelajar dan berpendidikan, ke depan wilayah Madura akan lebih maju.

JK juga berharap, pemerintah lebih selektif dalam memberikan dan mengeluarkan perizinan, khususnya untuk lahan yang ada di sekitar Jembatan Suramadu. Dia berharap semua usaha yang ada di Madura tidak boleh menyimpang dari budaya dan predikat sebagai kawasan yang menjunjung tinggi nilai agama.

"Siapa yang datang dan membuka usaha, harus taat pada aturan yang ada di sini (Madura)," ungkap JK.

Selain masalah pendidikan, JK juga sempat menjawab salah satu pertanyaan pengurus PCNU Bangkalan, yakni terkait tarif Suramadu yang dinilai masih mahal. Menurut JK, untuk masalah tarif sudah bisa dimaklumi dan dinilai lebih murah, dibanding tarif kapal feri Ujung-Kamal.

"Saya kira itu (tarif) sudah jauh lebih murah, kalau dibanding dengan tarif kapal," tambahnya.

Usai melakukan kunjungan kerja di Bangkalan, JK melanjutkan perjalan melalui jalur udara menuju Kabupaten Sampang. Berdasarkan rencana, JK akan bertemu dengan pengasuh Pondok Pesantren Karongan, Sampang, KH Alawy Muhammad, yang juga merupakan tokoh PPP.
(Subairi/Koran SI/hri)