getting time...

NEWS » News

ABG Digilir Setelah Dicekoki Miras

Jum'at, 19 Juni 2009 19:04 wib

GRESIK - Aksi biadab dilakukan lima pemuda Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, kepada Mawar (16) (bukan nama sebenarnya). Warga Desa Pelem Watu, Kecamatan Menganti ini diduga digilir kelimanya, setelah sebelumnya dicekoki minuman keras (miras).

Lima pemuda Desa Hulaan itu adalah Munir (18), Nurul (21), David (23), Charli, (19) serta seorang pemuda tidak dikenali korban. Peristiwa itu terungkap saat korban diantar orang tuanya melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Gresik, Jumat (19/6/2009). Padahal, peristiwa yang merenggut kegadisan Mawar itu terjadi pada 10 Mei lalu.

Usai melapor, korban bersama ibunya dibawa penyidik PPA Briptu Harsono menjalani visum di RSU Ibnu Sina, Gresik. Korban divisum di ruang Poli Kandungan RSU Ibnu Sina, Jumat siang. Saat menunggu anaknya menjalani visum, bapak korban kepada wartawan membenarkan anaknya pernah diperkosa oleh pemuda Hulaan.

Kronologinya seperti ditirukan Mawar, setelah keluar rumah bersama Munir, dia diajak melihat Supali, teman salah satu pelaku, di Desa Laban. Pulangnya sekira pukul 22.00 WIB, korban tidak diantar pulang, melainkan diajak mampir ke rumah Nurul, tetangga Munir di Desa Hulaan Kecamatan Menganti.

Di rumah itulah, korban mengaku sempat dipaksa menenggak minuman keras bersama dua rekan Munir lainnya, David, Charli dan satu temannya lagi.

Karena dipaksa minum terus, korban pun mabuk. Dalam keadaan setengah sadar itulah, korban diminta melakukan hubungan intim dengan Munir. Awalnya korban menolak, namun karena tidak kuasa melawan, akhirnya perkosaan itu terjadi.

"Yang pertama memaksa saya untuk begituan, Munir. Setelah itu, semua teman-temannya ikut-ikutan melakukan perbuatan serupa. Pokoknya ada sekitar lima orang," aku Mawar kepada penyidik.

Karena aksi perkosaan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB hingga dini hari, koban pun sampai tak sadarkan diri. Keesokan harinya saat korban terbangun, korban tak berani pulang. Setelah sempat menginap sehari di rumah Nurul, korban memutuskan kabur ke Banyuwangi.

"Saya ke Banyuwangi ke rumah saudara. Saya takut pulang karena khawatir orang tua saya tahu," jelas dia.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Ernesto Saiser saat dihubungi membenarkan adanya laporan perkosaan dari Menganti. Namun kasat belum berani menyimpulkan apakah kejadian itu benar-benar perkosaan atau ada unsur lain.

"Kami masih melakukan pemeriksaan, sehingga belum berani menyimpulkan apakah yang dialami korban itu perkosaan atau bukan. Nanti sajalah setelah semuanya diperiksa baru kami memberikan keterangan," pungkasnya. (ded)
(Ashadi Iksan /Koran SI/ahm)

  • yz » 0 Tanggapan
    maka nya...jadi orang tu beriman dikit.hal2 kayak gn tu masi bisa di cegah.dan hukum yg diberikan harus seberat2 nya.biar jd peringatan bagi yg lain.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mediawati » 0 Tanggapan
    Dasar wong gendeng,biadab amat ,itulah kalo norma2 keimanan sudah di tinggalkan..makanya anak2 cwe skarang mesti jaga pergaulan dan prilaku..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mediawati » 0 Tanggapan
    Dasar wong gendeng,biadab amat ,itulah kalo norma2 keimanan sudah di tinggalkan..makanya anak2 cwe skarang mesti jaga pergaulan dan prilaku..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Dian andriani » 0 Tanggapan
    Kjam bgt ya org mprkosa cwe i2. Pa"polizi hrap plaku2 i2 pda dhkum yg se adil2x
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yanto » 0 Tanggapan
    kalou cewe suka kelayaban apalagi suka pulang malam itu bukan cewe baik tapi cewe kelong kalou malam tuh jangan keluyuran gak baik bagi seorang cewe. dan se2orang gk bakalan berani kalou gak genit
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.