YOGYAKARTA - Pada pengumuman hasil Ujian nasional (UN) di DI Yogyakarta hari ini, dari total 47.593 peserta sebanyak 3.112 atau 6,54 persen siswa SMP/MTs dinyatakan tidak lulus.
Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun lalu sebanyak 4.513 siswa dari total 47.544 peserta UN. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DI Yogyakarta Prof Suwarsih Madya PhD mengatakan, meski terjadi kenaikan tingkat kelulusan, siswa yang tidak lulus tersebut terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK.
"Jadwal pendaftaraan peserta didik baru (PPDB) pada 1-3 Juli nanti terlalu mepet dengan jadwal UN Paket B yang akan dilaksanakan pada 6-8 Juli mendatang, sedangkan pengumumannya baru dilakukan pada 4 Agustus," kata Suwarsih di kantornya, Sabtu (20/6/2009).
Suwarsih menambahkan, dengan mepetnya jadwal PPDB dengan UN Paket B yang berdekatan, maka pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas kabupaten/kota. Langkah ini ditempuh supaya siswa yang tak lulus bisa mengikuti PPDB. Selain itu, sekaligus agar memperluas akses pemerataan pendidikan bagi peserta didik.
"Hal ini dilakukan untuk memperluas akses pemerataan pendidikan bagi peserta didik, karena PPDB di SMA/SMK negeri sudah tutup," jelasnya.
Dalam hasil UN kali ini, tiga SMP se-DIY meraih predikat terbaik dan konsisten sejak beberapa tahun terakhir. Di antaranya SMPN 4 Pakem Sleman, SMPN 5 Yogyakarta dan SMPN 1 Godean.
Hasil cukup memuaskan juga terjadi di tingkat SMP Terbuka. Dari 145 peserta UN, sebanyak 89 siswa atau 61,38 persen siswanya lulus. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang jumlah kelulusan hanya mencapai 48,90 persen atau 155 siswa dari total 317 peserta UN.
Sementara itu dari pantauan pengumuman kelulusan bagi siswa SMP/MTs di DIY hari ini juga diwarnai dengan coret-coret baju dan konvoi keliling kota.
(Satria Nugraha/Trijaya/ram)