BANGKALAN - Perlahan tapi pasti, kasus perampokan yang terjadi di Jembatan Suramadu beberapa waktu lalu, ternyata mendapat perhatian serius dari jajaran reserse kriminal (reskrim) Polres Bangkalan.
Hasil yang diperoleh, identitas pelaku sudah berhasil dikantongi, sayang masih belum berhasil ditangkap. Adapun dua pelaku perampokan berinisial Ar (22) dan Im (20).
Keduanya warga Madura yang berdomisili di Surabaya. Diduga kuat, kedua pelaku yang merampok anggota DPRD Bali, I Made Adi Wirawan (42), tersebut bersembunyi di salah satu kawasan kota metropolis Surabaya. "Untuk sementara pelaku diketahui dua orang. Saat ini masih dikejar dan diperkirakan lari ke Surabaya," ujar Kasat reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno, di Bangkalan, Senin (22/6/2009).
Ditanya apakah pelaku wajah lama, Suwarno menjelaskan, dari hasil penyidikan sementara, besar kemungkinan kalau pelaku merupakan pemain baru dan sekali beraksi. Cuma untuk lebih jelasnya, dia akan bisa menyimpulkan kalau dua pelaku ditangkap dan dimintai keterangan.
Demikian juga disinggung butuh waktu berapa lama untuk menangkap pelaku, Suwarno menyatakan tidak bisa memberikan kepastian kapan bisa tertangkap. Alasannya, hingga saat ini masih menurunkan beberapa personil untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Nanti kalau sudah ditangkap, pasti akan saya beri kabar. Ya, mudah-mudahan dalam waktu dekat," tambahnya.
Sekadar diketahui, anggota DPRD Bali I Made Adi Wirawan menjadi korban perampokan saat asyik berfoto bersama keluarganya di Jalan akses Suramadu, tepatnya Desa Sekar Bungoh, Kecamatan Labang, Bangkalan, pada Rabu 17 Juni lalu.
Akibat perampokan itu, korban mengalami kerugiaan hingga jutaan rupiah, termasuk beberapa barang berharga seperti ponsel berkamera dan dompet berisi uang tunai raib.
Sementara itu, hingga kemarin, beberapa titik rawan kriminalitas yang ada di jalan akses Suramadu masih belum mendapat perhatian secara serius dari pihak terkait. Salah satu yang menjadi sorotan adalah belum terpasangnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), sehingga saat melintas di malam hari membuat khawatir para pengguna jalan.
"Yang kami lihat justru adanya apresiasi dari pihak kepolisian, yang sudah tersebar di beberapa titik rawan kriminalitas. Itu hanya siang hari saja, kalau malam hanya di titik tertentu saja," ujar Ketua Komisi Pelayanan Publik Bangkalan, H Fathurrahman Said.
(Subairi/Koran SI/ram)