JAKARTA - Orangtua Jared dan Jayden, Juliana Dharmadji mengaku pernah didatangi dokter F yang menangani Jared dan Jayden pada Maret 2009 lalu, atau tepatnya satu pekan setelah ultimatum pelimpahan kasus ini ke jalur hukum.
"Dokter (F) memang pernah mendatangi saya, tetapi itu tidak dengan appointment dan mendadak saja seperti mau menyerang rumah saya dengan membawa parsel yang menurut saya tidak berguna. Jadi parsel tersebut saya kembalikan ke rumah sakit," kata Juliana.
Juliana mengukapkan hal tersebut kepada wartawan seusai diperiksa sebagai saksi pelapor Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/6/2009).
Kalau mereka mau berdamai, lanjut Juliana, cukup mengontak saya dan membuat pernyataan maaf secara tertulis.
"Kalau mau pengakuan dia harus berbentuk statement. Saya tidak bisa dengan salaman saja atau dengan berkata maaf," lugasnya.
Kasus hukum antara orangtua Jared & Jayden dengan RS Omni bermula pada 26 Mei 2008 lalu. Saat itu, Juliana melahirkan sepasang anak kembar lelaki bernama Jared Christophel dan Jayden Christophel dengan kondisi belum cukup usia kandungan, yakni 33 minggu.
Selama menjalani perawatan, salah seorang bayi yaitu Jayden mengalami kebutaan. Diagnosa dokter di tiga rumah sakit di Indonesia dan Australia mengatakan, saraf mata Jayden lepas dari retina karena kelebihan oksigen saat berada di inkubator.(kem)
(mbs)