GRESIK - Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD), Zainal Abidin (36), dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Banjarsari, Cerme, Senin (22/6/2009). Warga Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme yang sempat menjadi DPO itu, diserahkan penyidik Unit I (Jatanras) Reskrim Polres Gresik dalam tahap II perkara pengeroyokan caleg PKB.
Zainal datang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) didampingi penasihat hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gresik, Arif Rachman. Mereka datang sekira pukul 13.00 WIB bersamaan dengan Bripka Sucipto dari Unit I menyerahkan berkas. Mereka diterima JPU Wido Utomo di ruang staf Tindak Pidana Khusus.
"Sesuai rapat koordinasi dengan pimpinan dan demi lancarnya proses selanjutnya, kami putuskan untuk menitipkan tersangka ke Rutan Banjarsari," terang Wido Utomo mewakili KasiPidum Umaryadi, Senin (22/6/2009).
Setelah proses pemberkasan penahanan selesai, tepat pukul 15.00 WIB tersangka pengeroyokan Caleg PKB Zulfan Hasyim dan simpatisan Muslikh itu dibawa mobil tahanan ke rutan. Upaya penangguhan tahanan yang diajukan PH-nya Arif Rachman tanpanya sia-sia.
"Kami sudah mengajukan permohonan supaya dialihkan penahanannya. Tapi sepertinya tidak dikabulkan jaksa," aku Arif Rachman.
Sebenarnya dalam perkara bentrok antara dua kelompok caleg PKB itu terjadi pada 19 Agustus 2008. Saat itu, PKB pimpinan M Syafik AM hendak menyerahkan berkas bacaleg ke KPU. Namun, sesampainya di halaman beberapa orang yang di antaranya tersangka menghadang dan terjadilah bentrok. Dua orang kubu PKB M Syafik AM terluka, Zulfan Hasyim dan Muslikh.
Keduanya pun melaporkan ke Mapolres Gresik kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan, dua orang yaitu Zainal Abidin dan Husien ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya dijerat 170 ayat (1) KUHP tentang pengeroyokan. Hanya, bila Husein sudah diputus empat bulan penjara, Zainal Abidin sempat melarikan diri. Nah, kemarin penyidik Unit I melayangkan surat panggilan kedua untuk memenuhi tahap kedua. Â
Zainal yang kemarin datang dengan berpakaian hitam bergaris terlihat menyesal. Selain merasa orang yang dibela sudah lepas tangan, ternyata istrinya sedang hamil tua anak ketiga. Bahkan, dia memperkirakan istrinya melahirkan pekan depan.
"Inilah risiko. Tapi aku menyesal istriku hendak melahirkan anak saya ketiga. Kemungkinan melahirkan pekan depan," katanya dengan raut muka sedih.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.