Lewat Pantura Subang Harus Tarik Nafas Panjang

Senin, 22 Juni 2009 20:50 wib | Fitra Iskandar - Okezone

Lewat Pantura Subang Harus Tarik Nafas Panjang Kondisi jalan Pantura Subang yang sedang diperbaiki beberapa waktu lalu. (Anas) CIKAMPEK - Melewati jalur Pantura antara Cikampek dan Subang bukan hal mudah, terlebih jika perjalanan ditempuh pada malam hari.

Bagaimana tidak, di lokasi itu, sejumlah proyek perbaikan jalan terus dilakukan secara bergiliran. Para pengguna jalan akhirnya terpaksa berjejalan untuk melalui jalan utama yang menghubungkan Jakarta dan Jawa itu.

Bila ada proyek perbaikan jalan, otomatis salah satu jalur tidak bisa dilalui sehingga baik kendaran dari arah Cikampek atau Indramayu harus silih berganti menggunakan satu jalur yang tersisa.

Kondisi ini biasanya diperparah dengan ulah pengemudi bus AKAP yang kadang menggunakan ruas jalan yang sebenarnya diperuntukan bagi kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Akibatnya, kemacetan total pun tak bisa dihindari.

Jika anda melintas di Pantura malam ini khususnya di wilayah sekitar Kopo Patokbeusi dan Sukamandi, tentu harus menarik nafas panjang, agar tidak stress. Bagaimana tidak untuk menembus daerah itu, waktu tiga jam pun tidak cukup.

"Saya sudah dari pukul 17.00 sudah keluar dari tol Cikampek tapi hingga sekarang pukul 08.40 kira kira baru beranjak beberapa kilometer. Macet total," keluh Purbo Laksono, Senin (22/6/2009).

Arus lalu lintas seperti tidak bergerak sama sekali. Purbo yang hendak menempuh perjalanan ke Surabaya menggunakan bus Pahala Kencana ini bercerita bahwa bus yang ditumpanginya hanya sesakali berbergerak perlahan, itu pun hanya dalam hitungan tak lebih dari lima meter.

Info dari kru bus, kemacetan disebabkan oleh perbaikan jalan di sekitar Sukamandi sehingga ada penyempitan jalan. "Kemacetan seperti ini katanya sudah setiap hari. Kalau seharusnya sampai pukul 07.00 pagi, bila macet seperti ini kata kru bus, bisa sampai pukul 13.00 sampai di Surabaya," kata bos salah satu perusahaan rokok di Malang ini.

Yang membuatnya penuh tanda-tanya, kemacetan seperti itu seolah dianggap hal yang biasa sehingga tidak ada penanganan yang memadai dari aparat. "Sejak tadi saya tidak melihat satupun polisi yang mengatur lalu-lintas," ujarnya kesal.

Kondisi ini menurutnya tentu merugikan warga pengguna terutama yang setiap hari melalui jalur tersebut, karena dengan kemacetan yang setiap hari terjadi tentu berdampak negatif pada sisi ekonomi warga.

"Kasihan orang yang setiap hari lewat jalan ini. Pemerintah harus memperhatikan pembangunan jalan agar dikerjakan secara cepat agar tidak mengganggu," harap Purbo. (fit)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »