getting time...

NEWS » News

Cinta Tono Berujung pada Bogem Mertua & Adik Ipar

Thomas Joko - Okezone
Selasa, 23 Juni 2009 21:02 wib

SEMARANG - Juwartono (28), warga Boom Lama, Kuningan, Semarang Utara melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya. Dia mengaku dikeroyok oleh pasangan bapak dan anak. Dia bahkan diancam akan dibunuh.

Kejadian itu menurut Juwartono bermula saat dia berkenalan dengan Juwariyah 8 bulan yang lalu. Keduanya berkenalan lewat pesan singkat (SMS) nyasar. Saat itu ternyata Juwariyah telah pisah ranjang dengan suaminya.

Setelah sekian lama berkomunikasi lewat SMS, akhirnya mereka saling suka dan berkomitmen untuk memadu kasih. Mereka berpacaran via SMS karena Juwartono saat itu berada di Kalimantan, sementara Juwariyah berada di Solo.

Meskipun hanya lewat SMS, cinta mereka tak terbendung. Juwariyah pun menyusul ke Kalimantan dan menikah siri di sana serta hidup serumah. Mereka berdua juga melakukan hubungan suami istri karena menganggap sudah menikah. Delapan bulan kemudian mereka lalu memutuskan pulang kampung.

"Saya lalu pulang ke Boom Lama dan Juwariyah ke rumah ayahnya di Perumahan Klipang," terang Juwartono siang tadi di Polwiltabes Semarang.

Meskipun satu kota ternyata selama sebulan mereka berdua tak pernah ketemu. Baru kemudian Juwariyah mengajak ketemuan di Pasar Tlogosari. "Saya ke Pasar Tlogosari naik sepeda motor dan di sana Juwariyah serta anaknya sudah menunggu," katanya.

Aat memarkir motornya, namun tiba-tiba ada mobil yang menabrak saat dia masih di atas kendaraan. Dari dalam mobil keluar dua orang dan tanpa basa-basi langsung memukulnya. Mereka ternyata adalah Ghofur (24) serta Matsui (50) yang merupakan adik dan bapak Juwariyah. Pukulan disarangkan ke tubuh korban berulang-ulang hingga Juwartono mengalami luka hidung sobek, rahang kanan, pipi bengkak dan kaki luka.

Tak behenti disitu, Juwartono lalu dimasukkan ke dalam mobil sementara sepeda motornya dibawa paman Juwariyah. Juwartono dibawa ke Klipang dan diinterogasi sebelum dipaksa membuat surat pernyataan untuk tidak mengganggu rumah tangga Juwariyah. "Mereka juga mengancam akan membunuh semua keluarga saya jika masih mengganggu Juwaiyah," tuturnya.

Setelah itu, Juwartono dilepas. Korban lalu berobat ke Rumah Sakit Panti Wilasa dr Cipto. Karena tak terima dengan kasus penganiayaan itu, Tono melapor ke Mapolwiltabes Semarang.

 


(ful)