MALANG - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang diteror bom. Sebuah granat tangan berwarna merah kinclong membuat anggota dewan banyak yang resah.
Granat tangan itu ditemukan persis di taman sebelah kanan pintu masuk utama gedung DPRD. Granat tangan tersebut ditemukan oleh salah seorang petugas kebersihan gedung dewan, Slamet (40), sekira pukul 09.00 WIB. Petugas tersebut kaget saat melihat granat dengan warna gaul tersebut tergeletak di rumput taman DPRD.
Karena kaget dan takut terhadap benda yang berbahaya tersebut, petugas kebersihan langsung melaporkan kepada staf Sekretariat Dewan (Sekwan). Oleh staf Sekwan, keberadaan granat tersebut dilaporkan ke Polres Malang. Petugas langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Polres Malang yang jauhnya hanya 1 kilometer dari TKP tersebut langsung menerjunkan personel ke lokasi tempat granat ditemukan. Petugas langsung memasang police line pada tempat penemuan granat ini. Dengan sangat hati-hati, petugas mengevakuasi granat tangan tersebut.
Menurut salah seorang Kepala Bagian Umum Sekwan, Iriantoro, staf Sekwan panik saat ditemukan granat tersebut. "Ya takut lah. Namanya granat, makanya kita langsung telepon Polres Malang. Apalagi dua hari berturut-turut ditemukan granat," katanya.
Menurutnya, penemuan granat tangan yang masih aktif tersebut mengundang penasaran. Sebab, sudah dua hari berturut turut di Dewan ditemukan sebuah bom. Dirinya menjadi tidak bisa konsentrasi bekerja akibat keberadaan bom yang mengancam keselamatan jiwa staf dewan serta anggota dewan.
Sekedar informasi, sebelumnya Selasa (23/6), sekira pukul 12.40 WIB di sungai kecil depan gedung dewan juga ditemukan granat. Granat tangan tersebut ditemukan oleh salah seorang penjual bensin eceran, Enggal (42), di depan gedung dewan saat ingin membasuhkan anaknya ke sungai kecil. Menginjakkan kakinya ke sungai, terasa ada benda aneh terinjak kaki Enggal, yang ternyata granat tangan dan masih aktif serta ada pemicunya. Bila tertarik pemicunya, ledakan dipastikan terjadi.
Tidak tanggung, penemuan granat untuk yang pertama kali terjadi saat sidang paripurna dilaksanakan. Sidang paripurna tersebut untuk membahas Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Kabupaten Malang. Banyak pejabat Pemkab saat itu merasa khawatir dengan adanya granat aktif tersebut.
Belum diketahui motif peletakan granat tangan di sekitar gedung dewan. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait ditemukannya dua buah granat tangan berturut-turut tersebut. "Kami memastikan granat itu masih aktif semua. Kalau yang dipintu masuk gedung, itu terlihat seperti granat rakitan," Kepala Bagian Operasi Samapta Polres Malang, AKP Lewo Sutopo.
(Zia Ulhaq/Koran SI/fit)