JAKARTA - Polri kini mengutamakan pendekatan soft power dibanding hard power dalam penanganan terorisme. Artinya, Polri kini melakukan penanganan secara kemanusiaan dan kekeluargaan.
"Yang kami rasakan keterbukaan mereka. Sehingga dengan demikian kalau dulu terjadi dulu baru kami ungkap, sekarang Alhamdulillah belum terjadi kami mampu mendeteksi lebih awal," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri usai memberi sambutan di acara seminar tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Polri di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Mantan Kabareskrim Mabes Polri yang kerap disebut BHD ini mengatakan, cara-cara tersebut juga disebutnya sebagai upaya-upaya yang represif. Namun tidak dengan kekerasan.
Kemudian, Polri juga melakukan sinergi dengan departemen-departemen yang bersangkutan dalam penanganan terorisme ini. Misal Departemen Agama, dan Sosial.
(hri)