SEMARANG - Polda Jateng berjanji akan mengawasi titik-titik yang mencurigakan demi terselenggaranya pemilu yang aman dan terkendali. Pihaknya juga telah menginstruksikan pada setiap unit dan satuan di Polda Jateng untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi setiap ancaman, termasuk terorisme.
"Jika muncul indikasi terorisme kami akan langsung bergerak," terang Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, Kamis (25/6/2009).
Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo Kapolda Jawa Tengah menyatakan penangkapan kasus terorisme di Kabupaten Cilacap oleh Den Sus 88 Mabes Polri merupakan wewenang Markas Besar (Mabes) Polri.
Namun dalam pengungkapan kasus terorisme ini pihaknya akan tetap bekerja sama antar institusi kepolisian yang ada, maupun dengan satuan-satuan operasional kepolisian yang lain.
Hal ini berhubungan dengan ditangkapnya Saefuddin Zuhry (40) yang diduga menjadi anggota terorisme oleh Den Sus 88 Mabes Polri pada Minggu (21/6) di Dusun Tritih Desa Danasri Lor Kecamatan Nusawungu, Cilacap.
Dia ditangkap pukul 09.00 WIB ketika pulang dari pengajian. Saat dilakukan penggeledahan anggota Densus 88 tampak keluar dengan membawa beberapa buku dan kitab, serta memberitahukan penangkapan tersebut kepada ketua RT setempat.
"Polda Jateng dalam kasus ini sama sekali tidak ambil bagian sehingga tidak mendapat informasi apapun dan itu menjadi wewenang Mabes Polri, kami juga tidak melakukan pemeriksaan terhadap tersangka," ujar Kapolda.
(fit)