PADANG - Ratusan warga Desa Saumanganyak, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengancam tak akan ikut pemilihan presiden 8 Juli mendatang, alasan warga karena perhatian pemerintah pasca gempa 2007 dan 2008 tak ada terutama pemberian bantuan pada warga yang mengalami rusak berat.
Kekecewaan masyarakat Desa Saumanganyak diawali karena beberapa wilayah di Kecamatan Pagai Selatan sudah menerima bantuan bencana alam seperti Desa Malakopa, Desa Bulasat, dan Desa Makalo dengan besar bantuan Rp15 juta untuk bangunan yang rusak berat dan Rp5 juta untuk rusak ringan, sementara di Kecamatan Pagai Utara belum juga.
Adolf (45) warga Desa Saumanganyak merupakan salah satu korban gempa pada okezone (26/6/2009), ia sangat kecewa pada pemerintah yang tak kunjung menyalurkan bantuan gempa pada masyarakat yang bangunan rumah mereka rusak berat, padahal selama ini pemerintah sudah menjanjikan akan memberikan bantuan.
"Saya sangat kecewa sekali kepada pemerintah terutama Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah hampir dua tahun kami menunggu kapan akan dapat bantuan bencana alam yang terjadi pada tahun 2007 lalu. Kalau memang tidak ada kenapa kami masyarakat Desa Saumanganyak selalu dijanjikan, bahkan terakhir kami diberikan janji oleh pemerintah akan mendapatkan bantuan paling lambat bulan Maret 2009 lalu. Tapi sampai sekarang janji tersebut tinggal janji, kalau begini terus kami tak akan ikut memilih presiden untuk apa kami memilih sementara mereka yang terpilih nantinya juga tak akan memperhatikan kita," keluhnya.
Hal senada juga dikatakan Asana Nusa Tasirileleu (57), kalau belum juga cair dana bantuan bencana alam untuk perbaikan rumah, Pemilu Presiden nanti kemungkinan ia bersama warga Desa Saumanganyak lainnya akan Golput.
"Untuk apa kami memilih sementara pemerintah Mentawai tidak ada perhatian terhadap masyarakat kecil, dana tersebut sangat kami harapkan sekali, kalau memang tidak ada bilang tidak ada, tapi jangan dijanjikan kepada masyarakat," katanya.
Ia menyarankan kalau bisa dana bencana alam tersebut dicairkan sebelum Pemilu Presiden nanti agar Piplres dapat tenang dalam memberikan hak suara dan tidak dalam keadaan ragu-ragu lagi.
Keluhan warga tersebut diakui oleh anggota Panitia Pengakhiran Data Pemilih (PPDP) Desa Saumanganyak Sapit Masar (53) mengatakan waktu melakukan pendataan data pemilih di Desa Saumanganyak, warga Saumanganyak tetap memberikan data tapi mereka mengatakan masih ragu memberikan hak suaranya dalam Piplres.
"Hal ini karena warga merasa kecewa terhadap pemerintah Mentawai yang sampai sekarang sudah hampir dua tahun belum juga mencairkan dana bantuan korban bencana alam untuk Kecamatan Pagai Utara," katanya.
Jumlah kepala keluarga yang mengalami rumahnya rusak berat tersebut mencapai 100 KK lebih semuanya mengancam tak akan ikut pilpres mendatang. Tak hanya disitu beberapa desa juga mengalami hal yang sama belum mendapatkan bantuan gempa yang dijanjikan pemerintah. Seperti Desa Sikakap, Taikako, dan atobe, Kecamatan Sikakap dan Desa Saumanganyak, Betu monga, dan Silabu di Kecamatan Pagai Utara.
(fit)