PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau kini terus mengupayakan pemadaman kebakaran hutan. Terhitung, sebanyak 254 desa yang tersebar di 12 kabupaten di Pekanbaru rawan terbakar.
Hal itu dikatakan Ketua Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Pusdalkarhutla) Riau, HR Mambang Mit, Minggu (28/6/2009).
Dalam mengatasi kebakaran hutan, katanya, pemerintah juga telah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Sebanyak 254 desa saat ini juga menjadi pusat perhatian, kita akan pantau terus," kata Mambang Mit, Minggu,(28/6/2009).
Dia menguraikan langkah antisipasi penanganannya di 254 desa itu dengan menyediakan alat-alat pemadam di posko-posko kebakaran hutan, serta menyiagakan tim pemadam kebakaran di lapangan
"Saat ini ada delapan provinsi yang menjadi pusat kebakaran hutan yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat serta Riau. Sedangkan 4 provinsi lainya berada di Kalimantan," terangnya.
Selain itu, kata Mambang yang juga Wakil Gubernur Riau, Pemprov sendiri mengakui masalah dana merupakan salah satu yang menjadi kendala untuk pemadaman. Untuk itu Riau sendiri meminta bantuan dana ke pemerintah pusat untuk hujan buatan dan pemadaman dengan helikopter.
Pemprov saat ini telah mengusulkan dana yakni dana on call pada di BNPB sekira Rp50 miliar. "Namun dana itu bisa didapat bila statusnya sudah darurat," terangnya.
(lsi)