TULUNGAGUNG - Gara-gara tidak segera dinikahi, Sri Wahyuni (20) warga Desa Bakung, Kabupaten Blitar, nekat memanjat tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Dusun Ringin Agung, Desa Ringin Pitu, Kecamatan Kedungwaru.
Sekitar setengah jam, perempuan yang bekerja di cafe Desa Ringin Pitu bertengger di atas ketinggian sekitar 15 meter, Senin (29/6/2009).
Disaksikan kekasihnya, Supri (26), warga Desa Pojok Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung dan warga setempat, Sri Wahyuni menangis tersedu-sedu. Sri berteriak mengancam bunuh diri jika tidak dinikahi.
Setelah dibujuk Supri serta petugas kepolisian setempat, Sri Wahyuni akhirnya luluh, dan bersedia turun. "Meski tidak ada luka, korban langsung dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk memulihkan psikisnya," ujar Kabag Bina Mitra Polres Tulungagung Kompol Suparno.
Informasi yang dihimpun, Sri berstatus menikah. Namun sudah dua tahun pisah ranjang dan berpacaran dengan Supri. Karena tidak segera dinikahi, korban akhirnya mengancam bunuh diri.
(Solichan Arif/Koran SI/ram)