getting time...

NEWS » News

Polisi Bentuk Tim Khusus Usut Pembunuh WNA Jepang

Senin, 29 Juni 2009 18:04 wib

TRENGGALEK - Jajaran Kepolisian Wilayah Kediri bersama Kepolisian Resor Trenggalek dan Kepolisian Sektor Watulimo Trenggalek membentuk tim gabungan untuk mengusut  tewasnya Tarao Inagaki (60), WNA asal Jepang.

Inagaki yang juga teknisi CV Gunung Utara, perusahaan penangkaran mutiara, ditemukan tewas di depan kantornya, Jalan Pantai Ngrembang RT37/RW008, Dusun Karang Gongso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Tim gabungan ini dipimpin langsung masing-masing kepala jajaran.  Menurut keterangan Kepala Resor Trenggalek Ajun Komisaris Besar Polisi Desmawan Putra, pihaknya telah melakukan lokalisir masalah. Pertama, polisi akan menyelidiki kasus kebakaran akibat ledakan jenset. Kemudian yang kedua, kematian Tarao Inagaki yang ditemukan di atas karang

Untuk menindaklanjuti itu petugas telah melakukan penyelidikan dan olah TKP. "Tim bekerja sesuai tugasnya. Menungkap kebakaran dan kematian korban," ujar Desmawan, Senin (29/6/2009).

Petugas juga menerjunkan tim laboratorium forensik untuk memastikan apakah kebakaran tersebut murni kecelakaan atau ada penyebab lain. Sebab engkol genset ditemukan di belakang kamar korban. "Hasil labfor ini akan kita gunakan sebagai dasar untuk memperdalam penyelidikan," terangnya.

Sementara menurut Kapolsek Watulimo, AKP Hariyanto, pihaknya sudah memeriksa seluruh karyawan atau anak buah korban di CV Gunung Utara. Sebanyak 16 orang dimintai keterangan terkait kebakaran dan kematian  "Namun sampai saat ini belum mengarah pada tersangka sebagai pelaku pembunuhan," tandasnya. 

Mengenai motifnya, Hariyanto mengaku belum bisa memastikan. Sebab polisi belum menemukan adanya barang berharga milik korban yang hilang. Apalagi setelah insiden meledaknya genset, korban menghilang dan ditemukan sudah dalam kondisi tewas. 

"Mungkin saja korban dipukul, kemudian rencananya dibuang ke laut. Namun karena banyak karyawan lainya, akhirnya korban hanya diseret dan dibuang ke
tepi pantai,"ujarnya.

Saat ini jenazah Inagaki dibawa ke RSUD Dr Sutomo Surabaya untuk diotopsi, sambil menunggu izin dari pihak keluarganya. Sementara polisi mengaku juga sudah mengantongi dua orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan dengan ciri tinggi  badan sekitar 170 cm dengan kulit gelap.
(Solichan Arif/Koran SI/lsi)