BANGKALAN - Banyaknya orang yang memilih menggunakan jembatan Suramadu menyebabkan bus di Pelabuhan Kamal, Madura, sepi penumpang. Rebutan penumpang yang berimbas pada pertengkaran berdarah pun tak terelakkan.
Safiudin (34), seorang kondektur bus AKAS, luka berat disabet celurit gara-gara rebutan penumpang, di pintu keluar Dermaga Kamal, Bangkalan, Madura, Selasa (30/6/2009).
Warga Desa/Kecamatan Blingoh, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini menderita luka parah tepat di bagian kepala. Pelaku pembacokan bernama Mujin (35), warga Desa/Kecamatan Kamal pun langsung diciduk polisi. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa clurit jenis bulu ayam, yang digunakan untuk membacok korban.
Kapolsek Kamal, AKP Fagie Patra mengatakan, kasus penganiayaan ini berawal saat pelaku, yang sehari-hari berprofesi sebagai kernet Muatan Penumpang Umum (MPU), jurusan Kamal-Bangkalan, sedang mencari penumpang di areal pintu keluar dermaga.
Tiba-tiba dari arah dermaga keluar bus AKAS nomor polisi (nopol) N 7955 UR dan berhenti di dekat MPU milik korban. Akibatnya, 10 penumpang yang ada di dalam MPU itu memilih keluar untuk ikut bus.
"Saat korban turun mengambil barang penumpang MPU, langsung dibacok oleh pelaku. Mungkin pelaku kesal melihat ulah korban," ujar Fagie.
Mantan kapolsek Tanah Merah ini menambahkan, pelaku yang sudah emosi langsung berlari menuju mobilnya dan mengambil clurit yang diselipkan di bawah jok. Tanpa banyak kata, korban langsung dibacok.
Beruntung, kejadian tersebut langsung ditengahi jajaran Polsek Kamal yang bertugas di pos keluar Dermaga. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas setempat, sementara pelaku langsung digiring ke kantor Polsek, guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
"Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman 5 tahun penjara," tegasnya.
(Subairi/Koran SI/ded)