getting time...

NEWS » News

Korlap Demo Antikorupsi Dipukuli Preman

Selasa, 30 Juni 2009 21:02 wib

JOMBANG - Aksi premanisme mewarnai aksi demo anti korupsi yang dilakukan sejumlah aktivis Poros Penegak Demokrasi (PPD) Jombang, Jawa Timur. Aksi itu dibubarkan sejumlah orang tak dikenal.

Pembubaran demo anti korupsi itu terjadi saat masa aksi yang hanya berjumlah sekitar 10 orang tiba di Kantor KPU Jombang di Jalan Wachid Hasyim. Saat menggelar orasi, tiba-tiba dua orang tak dikenal merobek poster yang dipasang di mobil massa aksi. Melihat itu, pendemo tetap saja melanjutkan aksinya.

Tak digubrisnya aksi perobekan poster itu berbuntut panjang. Salah satu orang tak dikenal tersebut tiba-tiba menendang koordinator aksi, Syafiil Anam. Tak berhenti di situ, salah seorang berpakaian PNS juga ikut menendang dan mengancam para pendemo jika melanjutkan aksi ini.

Selain mengancam, salah satu dari orang tak dikenal itu juga sempat mencaci maki para pendemo dan menuding jika aksi itu justru akan memantik suasana tidak kondusif di masyarakat. Saat ditanya wartawan dari mana asal mereka, pria berkaca mata hitam itu mengaku perwakilan dari masyarakat.

"Aksi bikin masyarakat resah saja. Saya perwakilan dari masyarakat. Dan jika diteruskan, maka akan berhadapan dengan saya," ancam orang tak dikenal ini.

Ironisnya, puluhan anggota polisi yang melakukan penjagaan sama sekali tak bertindak. Tiga orang tak dikenal tersebut dengan leluasa meninggalkan lokasi dengan mengunakan dua sepeda motor. Merasa terancam, rombongan massa aksi lantas melaporkan kejadian ini ke Mapolres Jombang seketika itu.

Syafiil Anam sendiri mengaku tak kenal dengan para pelaku. Di hadapan polisi, ia mengaku ditendang dan diancam oleh para pelaku. "Anda lihat sendiri. Saya ditendang dan diancam. Kenapa polisi tak menangkap mereka," ujar Anam menyesalkan sikap lamban polisi.

Sebelum massa dibubarkan orang tak dikenal, salah satu peserta aksi sempat menghadiahi Ketua KPU Jombang, Machwal Huda dengan sekotak nasi basi. Mereka juga menilai ada ketidakberesan dalam proses rekrutmen anggota KPU Jombang beberapa waktu lalu.
(Tritus Julan/Koran SI/ful)

  • rangga » 0 Tanggapan
    serba salah, katanya demokrasi bebas bicara n berpendapat... pi kenyataanya kalo ga dipukuli aparat ya Preman..... dimana Letak Demokrasi bangsa ini
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Darwin » 0 Tanggapan
    Sya hanya ingin mnyoroti polri, pembiaran tindakan premanisme di depan hidung mereka sungguh tidak dapat diterima akal sehat. Slogan mengayomi rakyat hanya omong kosong!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.