BANDUNG - Dodi Mulyadi (22) ditemukan tewas dikamar kosnya Gg Sahidin, RT 01/02 kelurahan Babakan Asih Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung tadi pagi. Korban yang berprofesi sebagai pedagang handphone di kawasan Tegalega itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan dibungkus terpal, plastik dan juga karpet.
Korban ditemukan pertama kali oleh kakak kandungnya, Dedi sekira pukul 06.30 WIB.
"Pas mau masuk tidak bisa karena digembok dari luar serta jumlah gembok pun tidak seperti biasanya yaitu dua buah," ujar Dedi. Dia kemudian memanggil temannya, Jaenal untuk membantu mendobrak pintu.
Sesaat setelah pintu terdobrak, di kamar kos tersebut ditemukan bungkusan besar beruta gulungan karpet warna merah muda dan diduga mayat pun dibungkus terpal lagi dan plastik.
"Tidak terlihat tubuhnya, hanya melihat kaki dan tangan yang keluar saja," ujarnya.
Dirinya lantas memberi tahukan kejadian tersebut kepada pemilik kos yang dilanjutkan ke Polsek Bojongloa Kaler. Tidak berapa lama petugas dari Polsekta Bojongloa Kaler dan Polresta Bandung Barat tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP.
Untuk mengungkap pembunuhan itu, polisi mendatangkan unit K9 atau anjing pelacak dari Polwiltabes Bandung.
Satu ekor anjing pelacak tersebut mengendus-ngendus di sekitar tempat kejadian. Tidak beberapa lama, anjing tersebut masuk ke kawasan kos-kosan korban. Di sana anjing tersebut beberapa kali mengendus disekitar kamar korban.
Kapolresta Bandung Barat AKBP Baskoro Tri Prabowo di lokasi mengatakan untuk sementara korban diduga kuat dibunuh. Namun pihaknya belum bisa memastikan sebab kematian korban. Luka-luka yang diderita korban pun belum diketahui.
"Korban belum bisa diketahui karena dibungkus dengan karpet dan plastik, kami masih menunggu olah TKP," jelasnya.
Saat ini di lokasi pembunuhan, dipenuhi ratusan warga yang penasaran dengan apa yang terjadi. Mereka berkumpul di sekitar lokasi dan hal itu cukup menyulitkan petugas saat proses identifikasi.
(Yugi Prasetyo/Koran SI/fit)