PEKANBARU - Memasuki hari ketiga longsornya jalan lintas Riau-Sumatera Barat, arus lalu lintas belum juga normal. Sejumlah kendaraan hingga kini masih tetap dialihkan karena pengerjaan di lokasi longsor belum juga rampung.
Namun untuk pengguna kendaraan roda dua yang melintas di jalur longsor di kilometer 65 dan kilometer 78 Desa Rantau Berangin, Kecamatan Bangkinang, Kaupaten Kampar, Riau masih bisa dilalui. Itu pun masih menggunakan akses buka-tutup.
Demikian dikatakan Kapolres Kampar AKBP Mutaqqin pada okezone, Kamis (2/7/2009). Sedangkan untuk kendaraan dengan berat di atas lima ton belum bisa melalui area longsor arah Kecamatan Siak Hulu, Kiliran Jao, Sijunjung, di Kabupaten 50 Kota, Sumbar.
"Sampai hari ini arus lalu lintas masih belum normal, kita masih terpaksa mengalihkan arus lalu lintas. Ini semua demi keselamatan pengendara," katanya.
Masih menurutnya, saat ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) masih terus mengupayakan perbaikan jalan dengan dibantu peralatan berat seperti eskavator. Diperkirakan proses pengerjaannya akan memakan waktu tiga hari.
"Prediksi kita sepekan setelah longsor pengerjaannya baru selesai. Untuk itu kita berharap masyarakat tetap waspada. Kita berharap juga pada Dinas PU memasang rambu-rambu rawan kecelakaan di lokasi longsor," imbaunya.
Musibah longsor terjadi pada 30 Juni lalu akibat hujan lebat, sehingga membuat batu padas di tebing ambrol dan memenuhi badan jalan. Jalur Rantau Berangin memang merupakan salah satu area rawan lonsor.
(lsi)