getting time...

NEWS » News

Gaji Guru Rp85 Juta Dirampok

Kamis, 2 Juli 2009 20:52 wib

BANGKALAN - Para pelaku kejahatan mulai berbuat ulah dan beraksi, di wilayah hukum Polres Bangkalan. Terbaru, seorang perampok yang di perkirakan lebih dari satu orang berhasil menyikat uang tunai senilai Rp85 juta, di sepanjang jalan Desa Naro?an, Kecamatan Burneh Bangkalan.

Uang yang dirampok tersebut, berdasarkan rencana akan dibuat untuk membayar gaji guru Yayasan Pendidikan Al Hikam, Desa Naro?an, Kecamatan Burneh. Sementara korban yang membawa uang, identitasnya diketahui bernama M. Iksan, 35, yang sehari-hari menjabat sebagai kepala sekolah SMK Al Hikam.

Dari pengakuan korban, uang tersebut dirampok saat berhenti membeli rokok di salah satu warung, di mana saat itu sepeda motor dalam posisi diparkir dan korban turun membeli rokok. Selain berhasil membawa kabur uang puluhan juta, perampok juga berhasil menyikat laptop yang ditaruh berjejer dengan uang.

"Pelaku terlebih dulu merusak jok motor, lalu mengambil uang yang ada di dalam jok, termasuk laptop yang ada dicantolan motor," ujar Ikhsan, ditemui usai laporan di Polres Bangkalan, Kamis (2/7/2009).

Ikhsan menjelaskan, kasus tersebut bermula saat dirinya mengambil uang senilai Rp85 juta dari Bank Jatim yang terletak di kota Bangkalan. Usai mengambil gaji, dia langsung pulang menuju sekolah dan tidak mempunyai firasat apapun, termasuk tidak ada kejadian yang janggal.

Merasa tidak punya rokok, dia mengaku terlebih dulu mampir ke warung yang berjarak ratusan meter dari Yayasan Al Hikam. Seketika itu juga, korban langsung memarkir sepeda motornya dan turun untuk membeli rokok. Nah, ketika korban turun dari jok motor, dengan secepat kilat pelaku merusak jok dan mengambil uang, termasuk laptop yang posisinya ada di cantolan dekat stir.

"Uang tersebut saya bungkus dengan plastik warna hitam, ditaruh di dalam jok sepeda motor. Berdasarkan rencana akan dibuat untuk bayar gaji guru," terang Ikhsan.

Dia mengaku sempat melihat korban yang kabur kea rah utara, dengan menggunakan sepeda motor jenis bebek. Cuma, untuk lebih detailnya belum bisa diketahui karena laju kendaraan pelaku cukup kencang. Upaya korban untuk mengejar pelaku, juga sia-sia dan hanya pulang dengan tangan hampa.

"Seingat saya, pelaku berboncengan dan kabur ke arah utara (menuju kawasan sepi penduduk)," tegasnya.

Korban berharap, kejadian tersebut bisa diusut tuntas oleh pihak kepolisian karena menyangkut kepentingan orang banyak, terutama kalangan guru Yayasan Al Hikam yang terancam tidak menerima gaji, untuk bulan Juli ini.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia mengaku, kini pihaknya masih melakukan penyidikan terhadap kasus pencurian gaji untuk guru itu. Salah satu upaya yang telah dilakukan, yakni menurunkan beberapa anak buahnya untuk mengejar pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang.

"Untuk sementara, kami belum bisa mengungkapkan siapa pelaku dan motifnya. Anggota kami masih melakukan penyelidikan," terang Suwarno.

Suwarno menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada jika membawa uang dengan jumlah yang besar. Dia menyarankan, demi keamanan dan keselamatan, diharapkan untuk memakai pengawalan dari petugas kepolisian.
(Subairi/Koran SI/ahm)