JAKARTA - Anggaran pengadaan armada Transjakarta di Koridor IX dan X yang akan diambil alih Pemprov DKI mencapai Rp300 miliar.
Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Hendah Sunugraha mengatakan, pengadaan armada untuk koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan koridor X (Cililitan-Tanjung Priok) membutuhkan 139 armada. Total anggaran pengadaan armada ini mencapai Rp300 miliar.
Perakitannya sendiri akan dilakukan oleh Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dalam negeri. "Namun belum ditentukan siapa ATPMnya," jelas Hendah melalui sambungan telepon, Kamis (2/7/2009).
Hendah melanjutkan, dokumen lelang saat ini sedang dibuat oleh Institut for Transportation and Development Policy (ITDP). Dokumen diperlukan supaya dapat ditentukan siapa operatornya. Penentuan tarif akan berlandaskan Keputusan Presiden (Kepres) No 80 tahun 2003 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
"Kami akan tentukan pemenangnya yang mengajukan nilai terendah tarif perkilometer," ujarnya.
Hendah menjelaskan armada bus yang disediakan nantinya bisa berupa bus gandeng (articulted bus) dan bus single. Sebab menurutnya, desain halte yang sudah ada untuk dua koridor tersebut sudah didesign untuk dua jenis model bus.
Hendah menambahkan, penambahan armada juga akan dilakukan di koridor VIII (Lebak Bulus-Harmoni). Di sini dibutuhkan armada sebanyak 45 unit, namun hingga kini belum ada pembahasan anggaran terkait pengadaan bus untuk koridor tersebut.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.