JAKARTA - Kasus penyadapan terhadap telepon genggam Kabareskrim Komjen Susno Duadji memunculkan spekulasi timbulnya rivalitas antara Polri dan KPK. Â
Kepala Polisi RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri pun nampaknya mulai gerah dengan persoalan tersebut. Kepada media, orang nomor satu di kepolisian ini meminta agar masalah penyadapan tidak perlu dibesar-besarkan.
"Sudah lah jangan terlalu diangkat yang begini-begini, jangan berandai-andai, harus dibuktikan dulu ya, jadi itu hingar bingar, sadap menyadap sudah lah tidak usah diangkat lagi, kalau toh memang ada ya tentu akan kami kroschek dulu kami buktikan dulu," ujar Bambang usai salat Jumat di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/7/2009).Â
Sampai saat ini, menurut Bambang, hubungan Polri dan KPK biasa saja, sebab itu dia menolak jika dikatakan antara dua institusi penegak hukum itu tengah terjadi perang dingin.
"Selama ini tidak ada masalah, saling memerkuat kok. Kami tidak sejalan dengan KPK itu tidak benar," kilahnya.
Jadi apakah benar penyadapan tersebut atas perintah Antasari? Nanti kami dalami dulu apa betul, dicek dulu ya," jelas Bambang.
Mengenai kasus Antasari, dia menyatakan kemungkinan pekan depan motif sesungguhnya sudah dapat diketahui, termasuk para tersangkanya.
"Pekan depan berkas sudah kami jelaskan, nanti motif juga akan dijelaskan," jelas dia. Â
Bambang tidak bersedia mengungkapkan apakah akan ada tersangka baru dalam kasus Antasari. Dia hanya menyatakan hal itu bisa dijelaskan bila ada berkas lain yang masuk. "Kita lihat lagi nanti," katanya.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.